31.6 C
Tangerang
Monday, August 8, 2022
Home Trending Aksi Pejuang Ganja Medis ke Pemerintah, Jadi Perhatian Andien Aisyah

Aksi Pejuang Ganja Medis ke Pemerintah, Jadi Perhatian Andien Aisyah

inajournal.com – Pasangan suami istri yang mendorong anaknya di kereta dorong dengan membawa papan bertuliskan “Tolong Anakku Butuh Ganja Medis” tersebut ternyata pejuang ganja medis ke pemerintah. Dimana mereka juga membawa surat untuk hakim MK melegalkan ganja medis di tanah air. Sehingga penderita kelainan saraf otak alias cerebral Palsy memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik kedepannya.

Seorang ibu dari Sleman Jogjakarta itu tubuhnya berdiri tegak di keramaian, papan yang dibawa itu menggambarkan semua perasaan mereka yang hampir putus asa karena menanti campur tangan pemerintah dalam kesembuhan sang buah hatinya. Bukan meminta bantuan materi hanya ingin dilegalkan saja oleh pemerintah demi penggunaan yang benar. Orang di kawasan CFD langsung tersita perhatiannya termasuk penyanyi tersohor di Indonesia yakni Andien Aisyah.

Hal ini pun menjadi momen paling berkesan untuk Andien Aisyah, karena saat dihampirinya sang Ibu yang pegang papan tulisan langsung menangis. Hal ini pun diceritakan langsung oleh Andien melalui cuitan twitternya pelantun lagu Anakku Sayang “Tadi di CFD, ketemu seorang Ibu yang lagi brg anaknya (sepertinya ABK) bawa poster yang menurutku berani banget .. Pas aku deketin beliau menangis ..,” ujar Andien Aisyah seperti yang dilansir oleh sumber berita PikiranRakyat.com.

Momen Paling Berkesan Bagi Andien Aisyah yang Bertemu Ibu Pejuang Ganja Medis untuk Kesembuhan Anaknya

 

Pejuang-Ganja-Medis

Diketahui anak sang ibu pejuang ganja medis itu bernama Pika. Dimana kondisi kelainan otak yang diidap memang sulit untuk diobati, tetapi ada treatment paling efektif dengan minyak biji ganja. Mungkin banyak yang sadar kalau saat ini legalisasi ganja medis di Indonesia ini masih terus menjadi dilema panjang karena semuanya sudah diatur dalam lampiran 1 butir 8 undang-undang No.35 tahun 2009 soal Narkotika, tanaman ganja yang masih termasuk dalam narkotika golongan I.

Maka dari itu mereka meminta dilakukan supaya tidak melawan hukum dengan penggunaan ganja berisiko. Pasalnya ini berbunyi untuk setiap orang yang tanpa ada hal, melawan hukum dalam menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan atau menggunakan akan dipidana penjara dengan singkat selama 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Lebih lanjut lai soal cuitannya Andien Aisyah ini telah menjelaskan kalau Ibu Santi sang pejuang ganja yang akan dipakaikan terapi buah hatinya ini mereka akan menuju perjalanan ke Mahkamah konstitusi. Ia juga membawa surat untuk diberikan yang bertepatan Hari Anti Narkotika Internasional. Andien engambadikan foto di postingan twitternya ini sebuah wujud rasa empatinya dengan Ibu Santi yang berani untuk kesembuhan anaknya, Pika.

Andien juga menceritakan kembali kalau awalnya Pika ini anak yang sangat ceria dan suka sekali melakukan sepedahan, terlintas bagi Andien menginagra sang buah hati juga yakni Kawa. Terbayangkan oleh Andien kalau seorang ibu itu pasti bakal melakukan apa saja demi ,e,buat anaknya itu bisa tersenyum kembali. Dunia maya Twitter pun langsung heboh hingga ke Instagram soal unggahan foto dari akun @andiensaisyah.

Terlihat jelas kalau kondisi Pika yang berada di stroller memiliki kondisi yang sangat lemah padahal saat lahir, Pika masih terbilang anak yang normal. Pika adalah anak satu-satunya dari Ibu santi dan suami dari Sleman. Pika sering alami kejang hingga 2 kali dalam seminggu, setiap kejang nanti hasil dari latihan fisioterapi, terapi wicara dan terapi tumbuh kembanya ini malah kembali seperti bayi.

Badannya ini semakin melemah karena kemampuan motoriknya menurun sama halnya kemampuan kognitifnya juga. Memang ganja ini sangat berperan untuk hentikan kejang tanpa efek samping, karena sudah momok semua orang tua kalau anak yang kejang bisa melumpuhkan otak. Pika sudah terlalu lama menderita penyakit kelainan saraf ini dan dia kini menuntut haknya bisa sembuh.

Diketahui pada 16 Desember 2020 juga ada anak dari Dwi bernama Musa Ibu Hasan Pedersen meninggal dunia sebagai pejuang melegalkan ganja medis di Indonesia sama seperti Ibu Santi saat ini. Santi, sebagai pejuang ganja medis, telah beranikan diri berupaya supaya tidak ada lagi Musa-Musa lainnya, termasuk anaknya, yang harus meregang nyawa karena masih terus menunggu kepastian hakim Mahkamah Konstitusi.

Most Popular