31.6 C
Tangerang
Wednesday, December 7, 2022
Home Trending Bentrokan di TMP Kalibata, Polisi dan TNI Mengejar Pengunjuk Rasa Yang Lari...

Bentrokan di TMP Kalibata, Polisi dan TNI Mengejar Pengunjuk Rasa Yang Lari Kocar-kacir

Ratusan massa berkumpul di depan Kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/09/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat itu suasana sangat ramai karena ada peziarah tepat pada hari peringatan G30S/PKI. Akan tetapi, tiba-tiba terjadi bentrokan yang sangat pecah dan mengakibatkan sebuah mikrolet bernomor M01 trayek Senen-Kampung Melayu yang rusak dan pecah kacanya. Pada akhirnya aksi pengejaran mobil yang membawa pengunjuk rasa pun tidak terelakan. Bentrokan di TMP Kalibata tersebut membuat masyarakat sekitar menjadi resah.

Polisi dan TNI yang sedang berjaga di sana juga berusaha melerai bentrokan yang sudah terjadi antara pendemo dan massa peziarah yang dilakukan oleh sejumlah purnawirawan TNI. Seorang saksi yang berada di sekitar lokasi bentrokan menjelaskan kesaksiannya mengenai peristiwa bentrokan tersebut. Sebelum bentrokan tersebut terjadi, Jenderal Purnawirawan TNI Gatot Nurmantyo bersama dengan purnawirawan lainnya seperti Laksamana Madya Purnawirawan Suharo yang telah tiba di lokasi kejadian, yakni Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Bentrokan di TMP Kalibata, Pancoran Merusak Sejumlah Mikrolet

Bentrokan di TMP Kalibata

Di Taman Makam Pahlawan Kalibata sendiri ada puluhan pendemo yang sudah menyambut rombongan Gatot. Selain itu, kawasan TMP Kalibata sendiri sudah dijaga ketat oleh personel TNI dan kepolisian. Bahkan, Gatot juga sempat berdebat dengan Dandim Jakarta Selatan, Kolonel Inf Ucu Yustika pada saat dirinya hendak masuk ke area makam. Ucu juga mengatakan bahwa tidak boleh ada kerumunan yang sesuai dengan protokol kesehatan. Dirinya mengatakan bahwa hanya diperbolehkan 30 orang yang berziarah. Setelah terjadi perdebatan yang cukup sengit, akhirnya rombongan tersebut diperbolehkan masuk dengan syarat setiap kelompok hanya bisa berisi 30 orang saja. Sekitar 20 menit Gatot nyekar ke makam para pahlawan ada momen yang mereka sebut juga dengan aksi mengenang pemberontakan Gerakan G30S/PKI.

Orasi dan Bentrok

Sang saksi Iwan mengatakan bahwa bentrokan tersebut terjadi setelah Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo melakukan ziarah dan tabur bunga di TMP tersebut. Massa pendemo tersebut ternyata berasal dari Aliansi Aktivis Mahasiswa Pemuda Indonesia. Sesaat setelah Jenderal Gatot meninggalkan lokasi TMP, para pendemo kembali melakukan orasi.

“Bentrokan kembali terjadi pas Pak Gatot sudah pergi naik mobil, jadi posisinya itu ada massa pendemo lagi, kemudian ada teriakan aksi massa penziarah ‘Elu ngapain ngehalang-halangin kegiatan ziarah’.” ujar Iwan sambil menirukan teriakan dari pada peziarah. Akan tetapi, orasi tersebut dianggap menyinggung rombongan massa yang bersama Gatot seperti FKPPI, pengacara, Jawara Bela Umat, Bang Japar dan organisasi lainnya.

Mereka juga menuduh bahwa para peserta unjuk rasa itu adalah massa bayaran yang datang kesana hanya untuk memprovokasi. Para peziarah juga sempat mengejar mobil pengeras suara yang membawa para pendemo. Massa yang mengejar juga ada yang membawa bendera Indonesia, Merah Putih. Aparat TNI dan Polisi juga terus berusaha mencegah massa peziarah yang berusaha mengejar mobil pengeras suara.

Massa Peziarah Terus Menyerang

Bentrokan di TMP Kalibata berakhir pada aksi penyerangan. Dimana sekelompok pengunjuk rasa yang berada dalam sebuah mikrolet tertahan pada saat ingin meninggalkan lokasi. Mereka tidak bisa menghindar karena ada sejumlah peziarah yang menghantamkan bambu ke kaca mikrolet yang membawa pengunjuk rasa. Selain itu, massa peziarah juga turut melemparkan batu dan botol. Sehingga membuat kaca mikrolet tersebut pecah akibat amukan massa peziarah. Sedangkan para pengunjuk rasa di dalam mikrolet tampak menghindari sisi kaca mikrolet sebelah kiri.

Sedangkan para aparat terus menghalau massa yang menyerang beberapa mikrolet. Akhirnya, sejumlah pengunjuk rasa yang terlihat masih remaja turun dari mikrolet dan lari kocar-kacir ke arah Stasiun Kalibata. Aparat kepolisian dan TNI kemudian berusaha meminta massa untuk membubarkan diri.

“Ini adalah Taman Makam Pahlawan yang sakral. Kembali ke rumah masing-masing sekarang juga.” seperti itu kira-kira pengumuman dari pengeras suara. Pasca bentrokan terjadi suasana di TMP Kalibata berangsur kondusif.

Most Popular