31.6 C
Tangerang
Monday, December 5, 2022
Home Trending Berita Terbaru Vaksin Corona Terungkap, Bagaimana Perkembangannya?

Berita Terbaru Vaksin Corona Terungkap, Bagaimana Perkembangannya?

Berita terbaru vaksin Corona ini telah diungkap oleh dua perusahaan farmasi besar yang membuat vaksin Corona, yakni perusahaan Pfizer dan perusahaan BioNTech. Kedua perusahaan tersebut telah mengklaim dan langsung menginformasikan bahwa vaksin buatan mereka telah diklaim hingga lebih dari 90 persen yang mampu untuk mencegah gejala virus Corona sebagai penyebab dari wabah Covid – 19. Dilansir langsung dari sumber The Guardians, 11 November 2020, kabar mengenai vaksin Corona ini tidak serta merta vaksin yang sudah diperbolehkan untuk di distribusikan.

Para peneliti telah memperingatkan terlebih dahulu bahwa data dari sebuah uji coba yang dilakukan oleh Pfizer dan BioNTech masih belum dinyatakan final. Mereka mengatakan bahwa masih banyak sekali hal yang belum diketahui mengenai pengujian vaksin tersebut. Lantas, berita apa saja yang telah diungkapkan mengenai vaksin Corona yang satu ini? berikut adalah tanya jawab yang dilakukan oleh perusahaan Pfizer dan BioNTech yang diberikan nama BNT162B tersebut:

  • Seberapa Amankah Vaksin Tersebut Untuk Digunakan Seluruh Manusia?
    Perusahaan Pfizer dan BioNTech telah mengatakan, bahwa tidak ada ‘masalah keamanan yang serius’ dan muncul sejauh ini, tetapi mereka akan terus mengumpulkan berbagai macam data mengenai pengujian keamanan vaksin yang satu ini. Seorang profesor kedokteran dari University of East Anglia, yakni Paul Hunter, telah menyebutkan bahwa terdapat beberapa efek samping jika seseorang disuntikkan vaksin Corona, seperti sakit di bagian lengan atau demam. Telah diketahui, bahwa vaksin berbasis mRNA ini masih berada didalam pengujian yang dilakukan oleh kedua perusahaan farmasi tersebut. Mengingat Pfizer dan BioNTech merupakan jenis vaksin yang baru, bukan tidak mungkin seseorang bisa alergi terhadap suatu komponennya.
    berita terbaru vaksin corona
  • Dapatkah Vaksin Mencegah Gejala Covid – 19 Yang Semakin Memburuk?
    Perusahaan Pfizer telah mengatakan, bahwasanya studi ini dirancang untuk mendeteksi apakah vaksin ini dapat melindungi seseorang dari penyakit Covid – 19 yang semakin parah, tetapi datanya belum dipublikasikan. “Apa yang dapat kami katakan adalah bahwa vaksin menghentikan suatu infeksi gejala klinik, tetapi ada suatu ketidakpastian mengenai infeksi tanpa gejala,” ujar Hunter.Ia pun sangat berharap bahwa pihaknya akan mempelajari hal tersebut di masa yang akan mendatang. Menurut Dr Alexander Edwards, yakni seorang profesor di University of Reading, telah mengatakan jika seseorang tidak terinfeksi virus Corona, maka orang tersebut tidak akan bisa terkena penyakit yang parah dari Corona tersebut.
  • Apakah Vaksin Corona Dapat Mencegah Penularan Wabah?
    Saat ini, masih belum jelas apakah vaksin Corona yang telah diproses hingga mencapai 90% tersebut dapat melindungi tubuh dari infeksi virus Corona atau hanya dari suatu gejala yang berkembang begitu seseorang telah terinfeksi. “Jika vaksin itu menghentikan infeksi, maka menurut definisi, itu harus menghentikan penularan dari satu orang ke orang lainnya,” ujar Hunter kembali.“Apabila terdapat seseorang yang tidak terkena infeksi karena orang tersebut telah dilakukan imunisasi, maka orang itu tidak akan mampu menulari saya. Namun, jika yang anda alami adalah infeksi tanpa gejala, maka masih ada potensi risiko bahwa anda akan menulari saya, meskipun hampir pasti jauh lebih rendah daripada jika anda yang benar – benar sakit secara klinis,” lanjutnya kembali.
  • Apakah Vaksin Tersebut Bekerja Dan Berfungsi Pada Lansia Dan Anak – Anak?
    Anak – anak yang berusia diatas 12 tahun dan orang dewasa yang berusia hingga 85 tahun juga diikutsertakan mengenai uji coba vaksin tersebut. Seorang professor dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, yakni Beate Kampmann, telah mengatakan bahwa data yang telah diuraikan vaksin Corona usia masih belum dirilis karena belum menemukan hasil yang diinginkan. Kebanyakan vaksin tidak dapat bekerja dengan lansia dan orang yang lebih muda.Menurut Hunter, hal ini tidak mengherankan karena orang yang sudah lanjut usia tidak selalu meningkatkan suatu respons kekebalan yang efektif terhadap suatu infeksi alami. “Jadi, tidak mengherankan jika orang tua tidak menanggapi vaksin ini seefektif orang yang memiliki usia lebih muda, tetapi itu adalah sesuatu yang perlu kami lihat datanya untuk menemukan hasil vaksin,” ujar Hunter.
  • Mengapa Vaksin Corona Ini Tidak Bisa Berhasil Untuk 10% Orang?
    Jika membahas mengenai keefektifan Pfizer dan BioNTech sebesar 90 persen, pakar dari University of Leeds, yakni Dr Stephen Griffin, telah mengatakan bahwasanya sulit sekali untuk menjelaskan mengapa vaksin ini tidak berhasil pada pasien tanpa mengetahui siapa mereka. “Vaksin akan terus bekerja pada orang yang berbeda secara berlainan juga. Jadi, seseorang seringkali mendapatkan suatu respon dengan tingkat yang berbeda – beda dalam suatu populasi,” ujar Griffin.Ia pun telah menambahkan, ketika masyarakat sudah benar – benar mempelajari seluk beluk suatu data, sulit untuk memahami dengan pasti mengapa beberapa orang telah merespons dan mengapa sebagian orang lagi tidak merespons. Hingga kini, berita terbaru vaksin Corona telah menjadi informasi penting bagi banyak orang.

Most Popular