31.6 C
Tangerang
Thursday, December 8, 2022
Home Trending Demo Tolak UU Cipta Kerja Sampai Disorot Media Asing

Demo Tolak UU Cipta Kerja Sampai Disorot Media Asing

Pada hari Senin 5 Oktober Pemerintah dan DPR mengesahkan UU Cipta Kerja yang menuai pro dan kontra karena pasal pasalnya yang dinilai sangat merugikan kelompok pekerja atau buruh. Mengetahui pasal pasal yang beredar luas di masyarakat membuat masyarakat merasa kesal dan tidak terima, terhitung sejak Selasa 6 Oktober lalu para buruh di kota kota industri seperti Banten, Bekasi, Surabaya dan kota lainnya melakukan aksi mogok kerja dan demo di depan perusahaannya masing masing.

Tak hanya buruh saja yang ikut turun kejalan, melihat hal ini terjadi akhirnya para BEM di seluruh Universitas Indonesia merencanakan untuk melakukan aksi demo besar besaran di gedung DPR yang dilakukan mulai tanggal 8 Oktober kemarin. Demo besar besaran yang dilakukan kemarin berlangsung ricuh, mahasiswa bentrok dengan aparat yang menyebabkan korban luka luka, bahkan beberapa mahasiswa harus menjalankan perawatan medis karena di hajar aparat.

Demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja ini berlangsung ricuh di Jakarta, aksi ini bahkan mendapat sorotan dari media asing. Sejauh ini sudah ada dua media asing yang memberitakan kerusuhan yang terjadi di Indonesia yaitu BBC dan Al Jazeera, sedangkan dua media asing ada Reuters dan New York Times yang menyoroti pengesahan UU setebal 905 halaman tersebut. Menurut sumber dari artikel BBC yang diterbitkan pada Kamis 8 Oktober ada puluhan ribu massa yang turun ke jalan di hari ke tiga untuk unjuk rasa.

“Unjuk rasa terjadi di seluruh negeri, ratusan orang ditahan di Jakarta. Ratusan lainnya ditahan saat kerusuhan dan protes di kota kota lain pekan ini” tulis BBC, “Polisi Indonesia menahan setidaknya 400 pengunjuk rasa, termasuk beberapa yang diduga bersenjata seperti senjata tajam dan bom Molotov” lanjut BBC. Media asing ternama asal Inggris tersebut menjelaskan bahwa pemerintah membuat UU ini tidak untuk membantu perekonomian Indonesia yang telah dipukul telak karena pandemic virus Covid-19.

UU CIpta Kerja
BBC juga mengutip perkataan Presiden RI Joko Widodo dalam wawancara pada Januari menyebut kalau UU Cipta Kerja untuk menyederhanakan birokrasi dan membuka jalan untuk para investor asing. “Kita ingin mempermudah proses perizinan dan birokrasi, kita ingin cepat, jadi diperlukan harmonisasi hukum untuk menciptakan pelayanan yang cepat, pembuatan kebijakan yang cepat agar Indonesia lebih cepat merespons setiap perubahan dunia” ucap Jokowi pada BBC.

BBC menyoroti isi dari omnibus law seperti diantaranya penghapusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) yang ditetapkan gubernur di wilayah masing masing, pengurangan batasan outsourcing, dan pelonggaran standar lingkungan. Selain itu sistem kerja pegawai juga ikut disorot, seperti lembur yang boleh ditambahkan maksimal 4 jam sehari dan 18 jam seminggu, serta mengizinkan perusahaan untuk memberi kebijakan libur 1 hari dalam seminggu, disebutkan juga pengurangan pesangon hanya maksimal 19 bulan gaji, tergantung masa kerja pegawai tersebut mengabdi.

Untuk kebijakan pesangon sebelumnya maksimal 32 bulan gaji, yang tentunya hal ini membuat banyak orang tidak setuju. Pembelaan lain dari pemerintah RI juga dicantumkan BBC, yaitu dari pernyataan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto yang berusaha menenangkan demonstran dengan berkata gaji tidak akan dipotong. Al Jazeera salah satu media internasional yang berbasis di Doha, Qatar, juga ikut menyorot ricuhnya unjuk rasa di Indonesia menentang omnibus law UU Cipta Kerja. Diberitakan pada Kamis 8 Oktober Ak Jazeera memasukan foto foto bentrokan demonstran dengan aparat, beserta aski bakar bakar dan gas air mata yang dilemparkan aparat ke arah pada demonstran.

Selama waktu 2 hari demo sudah ada hamper 600 orang yang ditahan dan 2 pelajar cedera serius akibat gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para massa.
Tampak sebuah foto rombongan yang sedang konvoi di jalanan dan sebuah potret seorang perempuan yang membawa kertas bertuliskan “Ibu Pertiwi sedang Stand Up Comedy”, berbeda dengan BBC yang menyorot UU Cipta Kerja, media Al Jazeera lebih menyorot foto foto aksi demo para buruh dan mahasiswa di Indonesia.

Most Popular