31.6 C
Tangerang
Saturday, December 10, 2022
Home Trending Densus 88 Berhasil Tangkap 5 Teroris Di Aceh Dan 1 diantaranya PNS

Densus 88 Berhasil Tangkap 5 Teroris Di Aceh Dan 1 diantaranya PNS

Inajournal.com – Densus 88 antiteror berhasil menangkap 5 teroris di aceh dan 1 diantaranya berprofesi sebagai PNS, penangkapan lima orang yang terduga teroris tersebut disampaikan oleh Kombes Winardy sebagai kabid humas Polda Aceh di dalam konferensi pers, Sabtu (23/01/2021). Penangkapan kelimanya di tempat yang berbeda, seperti di Aceh Besar, Banda Aceh dan Kota Langsa. Pemeriksaan yang dilakukan Densus 88 terhadap mereka terus dilakukan dan di tindak lanjuti ke Mabes Polri Jakarta.

Empat lokasi terpisah saat melakukan penangkapan secara berlangsung, awalnya terciduk dua teroris di kawasan Blang Bintang, Aceh besar pada Rabu (20/01/2021). “Terkait penangkapan teroris di Aceh, Detasemen Khusus 88 Antiteror telah mengamankan lima orang terduga teroris. Penangkapan tersebut berlangsung di empat lokasi terpisah,” kata Winardy. Identitas nya yaitu RA (41) yang merupakan warga Langsa Kota dan SA (30) warga Banda Aceh, Aceh Utara. Selang sehari saja, Densus berhasil kembali menangkap AZ alias UM alias TA (35) yang berada di Simpang tujuh, Ulee Kareng, Banda Aceh kamis (21/01/2021). Malamnya dua orang terduga kembali menyusul dengan Inisial SJ alias AF (40) dan MY (46) dikawasan Langsa.

Winardy juga mengatakan dari kelima teroris tersebut di sebut-sebut merupakan jaringan pengeboman Polrestabes Medan dan jaringan teroris di Riau. “Kelima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau,” ujarnya. Barang bukti yang disita yaitu merupakan bahan pembuat bom, seperti potongan pipa besi sebagai alat pembuat dan bahan pembuat bom lainnya.

Salah Seorang Dari 5 Teroris Di Aceh Merupakan Pegawai Negeri Sipil

5 Teroris di Aceh

Keberhasilan Tim Densus 88 Antiteror terhadap menangkap 5 orang terduga teroris yang ditemukan di tempat berbeda, identitas profesi mereka langsung terungkap saat itu. Lebih mengejutkannya lagi 5 teroris di aceh, salah satu diantaranya memiliki profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil. PNS tersebut ditangkap atas nama SB atau AF di kecamatan Langsa, Kota Langsa pada Kamis Malam (22/01/2021).

“Satu orang atas nama SB alias AF merupakan pegawai negeri sipil,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dilansir dari sumber Detik.com, Jumat (22/1/2021). Penangkapan berlangsung bersamaan dengan MY yang bekerja sebagai nelayan kecamatan Kota Langsa. Dalam 14 hari kedepan waktu yang dimiliki Densus 88 antiteror untuk melakukan pemeriksaan, batas waktu dalam jaringan keduanya dapat diperpanjang selama 7 hari dengan mencari semua barang bukti.

Dokumen yang bentuknya seperti buku catatan sebagai penyampaian pesan ancaman yang akan diberikan ke pemerintah pusat, pemerintah aceh serta ancaman untuk TNI/Polri. Lalu dokumen lainnya berupa paspor yang akan digunakan untuk hijrah ke Khurasan, Afghanistan. Penggeledahan yang dilakukan di rumah salah seorang teroris tersebut ditemukan sebuah buku kajian seperti tauhid, compact disk, flashdisk dan 3 buah HP sebagai alat komunikasi dengan jaringan kelompok Isis. Densus 88 pun menemukan sejumlah alat latihan fisik sebagai persiapan aksi teror seperti Samsak Tinju, Busur Panah, besi dan barbel tersebut akan dibawa ke Mabes Polri.

Penemuan dilanjutkan dengan penyitaan terhadap bahan pembuatan bom seperti bubuk arang aktif seberat 250 gram, 1 kg pupuk kalium nitrat dan peluru gotri silver sebanyak 200 buah di dalam 1 botol. “Tim Densus menemukan barang bukti pembuat bom saat melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris,” jelas Winardy. Kelimanya telah terciduk di Aceh dalam jaringan teroris pembuatan bom di wilayah Riau dan Polrestabes Medan. Persiapan mereka sebelum merencanakan hijrah dalam persiapannya dalam pembuatan bom.

Semua alat latihan fisik dan bahan pembuatan bom ditemukan di sana. Dari barang bukti dokumen seperti paspor langsung disita untuk penerbangan ke Afganistan. Rencana mereka yang ingin pergi ke Afghanistan dikarenakan untuk bergabung dengan kelompok teroris Daulah Isis Afghanistan “Mereka juga berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh serta berencana berangkat ke Afganistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS”, ucapnya Winardy yang dilansir dari sumber berita detik.com.

Most Popular