31.6 C
Tangerang
Monday, January 17, 2022
Home Health Fakta dari Penggunaan Antibiotik untuk Lebih Bijak

Fakta dari Penggunaan Antibiotik untuk Lebih Bijak

Inajournal.com – Infeksi pada manusia, hewan dan tanaman sekalipun sebagai laman pada laman organisasi kesehatan dunia di tahun 2021. Penggunaan antibiotik unui memang sangat luas dan membutuhkan perhatian dari berbagai macam pihak. Maka dari itu, WHO mengkampanyekan hal ini dalam bentuk peringatan tahunan pekan kesadaran Antimikroba Dunia yang diperingati setiap 18 sampai 24 November. Peringatan World Antimicrobial Awareness Week (WAAW) 2021 ini mengusungkan tema spread, Awareness, stop Resistance.

Sudah banyak yang berusaha merangkul semua kalangan, pembuat kebijakan penyelenggaraan kesehatan dan masyarakat umum yang disebut sebagai one health. Dimana banyak yang berpartisipasi dalam mengampanyekan penggunaan sebuah antibiotik dan antimikroba yang tepat dalam menghindari sebuah resistensi. Langsung saja kalau begitu simak dengan baik beberapa fakta dari penggunaan yang bijak dan beberapa fakta lainnya tentang antibiotik untuk lebih baik.

Sederet Fakta Tentang Antibiotik dan Penggunaan Antibiotik yang Lebih Bijak

Penggunaan-Antibiotik

  1. Jejak Antibiotik Sejak 350 M
    Rustam I Aminov di dalam jurnalnya yang berjudul A Brief History of The Antibiotic Era: Lesson Learned and Challenge for the future dio tahun 2010. Penggunaan antibiotik ini merupakan salah satu bentuk kemoterapi yang paling sukses sepanjang sejarah. Asosiasi yang paling sering muncul terkait sejarah dan hasil penemuan Paul Ehrlich dan Alexander Fleming, Di Tahun 1904 dirinya ini berpendapat kalau struktur kimia dapat sintetis. Hal ini merupakan pembangunan program berskala yang besar dan skrining tersistem pada tahun 1904 untuk menemukan obat sipilis serta penyakit endemik yang hampir tidak bisa sembuhkan saat itu. Adapun antibiotik ini merupakan  obat yang digunakan pertama di rumah sakit  sebagai Pyocyanase yang disintesis oleh Emmerich and Löw tahun 1899 from pseudomonas aeruginosa (sebelumnya disebut bacillus pyocyaneus).
  2. Antibiotik merupakan obat yang paling sering Diresepkan
    Pernyataan klein dkk merupakan penggunaan berdasarkan dosis harian yang telah ditentukan dalam meningkatkan sebesar 65 persen khususnya pada negara dengan ekonomi yang rendah dan menengah. CDD EP juga melampirkan berdasarkan Survei Prevalensi Global yang ditaksir perseroan antimikroba pada pasien yang telah dilakukan pada rumah sakit 53 negara termasuk 25 negara  ekonomi yang rendah. Hal ini juga telah menunjukkan terjadinya sebuah penurunan pengguna antimikroba di Indonesia ditahun 2010. Sepuluh tahun kemudian data menunjukan penurunan menjadi 582 juta yang sedangkan penggunaan antimikroba pada hewan yang diproyeksi sebesar 761,27 ton yang sedangkan pada tahun 2030.
  3. Tidak semua Penyakit Butuh Antibiotik
    Jeremy Hsu yang berada di dalam jurnalnya pada tahun 2020 menyebutkan kalau penggunaannya itu tidak bisa berlebihan pada sektor kesehatan manusia untuk merupakan penyebab tertinggi dari risiko resistensi antimikroba. Salah satu penyakit yang meningkat pada musim tertentu merupakan flu yang menyebabkan peningkatan peresepan antibiotik yang meski sebenarnya influenza tanpa infeksi sekunder oleh virus. Pada tahun yang sama ditemukannya 63 persen warga Indonesia pikirkan kalau antibiotik bisa menyembuhkan pilek dan flu juga. Tidak hanya itu saja penyakit lainnya penggunaan obat antibiotik yang berlebihan ini sebagaimana dilaporkan yakni Covid-19. Jadi penggunaan obat antibiotik ini jangan sampai sembarang karena akan ada dampak dan kalau tidak tepat bisa bahaya juga!
  4. Resensi Antibiotik sudah Diprediksi Penisilin
    Sebagaimana yang sudah kita ketahui kalau fleming merupakan penemu antibiotik penisilin. Pada saat penemuannya fleming menjadi orang pertama yang mewaspadaintya adanya sebuah potensi resistensi pada penisilinu jika diguanakn terllau kecil atau terlalu singkat. Meski hal ini terjadi secara natural penggunaan yang salah pada manusia dan hewan oni mempercepat prosesnya. Hal ini menyebabkan penyembuhan juga pada penyakit seperti pneumonia, tuberkulosis, gonore, dan salmonelosis menjadi lebih susah. Nah dari penggunaan antibiotik yang lebih bijak rupanya bisa dilakukan setelah kamu bisa mengetahui fakta diatas. Dimana kamu akan mengetahui bahwa asal antibiotik seperti ini dan akan digunakan sebanyak apa saat sedang diserang penyakit yang bisa disembuhkan oleh antibiotik. Fakta pemahaman soal antibiotik ini wajib diketahui sehingga orang yang mengeluhkan penyakitnya ke rumah sakit jangan heran kalau harus ada aturan menghabiskan antibiotik untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit.

Most Popular