31.6 C
Tangerang
Friday, September 30, 2022
Home Travel Fakta Yang Menarik Mengenai Salju Di Dieng Wonosobo

Fakta Yang Menarik Mengenai Salju Di Dieng Wonosobo

inajournal.com – Dieng yang saat ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan juga pada Kabupaten Banjarnegara. Dari Kota Wonosobo, Dieng ini hanya berjarak sekitar 30 km saja. Menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Jawa Tengah, arti dari kata Dieng ini juga ternyata cukup menarik untuk kita kulik informasinya. Diambil dari dua kata Bahasa Kawi, dan hyang, Diang ini juga mempunyai arti sebagai pegunungan tempat dimana para dewa dan leluhur bersemayam. Arti kata Dieng ini sendiri juga diambil bukan tanpa sebab yang juga menjadi suatu ungkapan saja. Terakhir ini salju di Dieng Wonosobo juga menjadi perbincangan yang hangat di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. 

Masyarakat tradisional di Pulau Jawa dulu sempat  percaya bahwa dewa-dewa tinggal pada suatu tempat yang tinggi, makanya darah pegunungan dianggap suci. Menarik bukan untuk dikulik? Pada suatu Kawasan yang berada di daerah dataran tinggi Dieng berada pada ketinggian 1.600-2.100 meter diatas permukaan air laut. Karena berada tepat pada dataran tinggi maka Dieng Wonosobo ini juga punya suhu udara yang cukup sejuk untuk dinikmati oleh para pengunjungnya. Pada waktu siang hari suhu yang ada di wilayah ini berkisar hingga 12-20 derajat celcius.Sedangkan pada waktu malam hari suhu yang ada di sini pun bisa mencapai hingga 6-10 derajat celcius. Dengan suhu sedingin ini, katanya Dieng Wonosobo sering dihujani oleh salju, lho. 

Fakta Menarik Tentang Salju di Dieng WonosoboSalju Di Dieng Wonosobo

Pada daerah dataran tinggi Dieng Wonosobo ini juga sempat menjadi tempat yang cukup viral di sosial media dalam jangka beberapa waktu yang lalu sebab adanya sebuah fenomena yang langka untuk saat ini. Netizen juga telah dibuat terkejut sebab adanya tragedi turun salju di Dieng! Rasanya agak janggal aja, kok bisa sih turun salju di negeri tropis bisa turun? Biar nggak penasaran lagi, berikut ini fakta menarik tentang salju di Dieng Wonosobo yang perlu kamu tahu. 

  1. Bukan salju tapi embun es
    Walaupun dengan sekilas memang begitu sangat mirip dengan salju, tapi es yang turun di Dieng Wonosobo ternyata bukan salju tapi embun es. Fenomena turunnya embun es ke permukaan adalah sebuah fenomena yang lumrah terjadi di dataran yang ketinggiannya lebih dari 2.000 mdpl. Hal ini juga yang nantinya akan membedakan salju dan embun es adalah proses terjadinya. Salju yang biasanya turun di negara empat musim terbentuk karena reaksi pendinginan uap air yang terbawa oleh adanya angin di saat sedang berlangsungnya musim dingin. Uap air itupun yang kemudian akan berubah tekstur menjadi membeku dan jatuh ke permukaan bumi, itu lah yang kita sebut sebagai salju. Sedangkan embun es pada Dieng terjadi karena adanya embun yang menempel pada permukaan daun, rumput, dan tanah membeku akibat suhu udara yang bisa mencapai titik beku.
  2. Muncul di musim kemarau
    Di negara subtropis, salju pun bisa saja muncul pada saat musim dingin tapi kalau di Dieng agak beda, nih. Salju Dieng alias embun es selalu muncul saat berlangsungnya musim kemarau yang telah tiba. Biasanya embun es akan terjadi pada bulan Mei sampai Agustus dalam setiap tahunnya. Berdasarkan dengan klasifikasi iklim Kopen, Dieng termasuk golongan Cwb yang memiliki karakteristik musim kemarau yang akan jauh lebih dingin sedangkan musim hujan yang saat ini jauh lebih hangat.
  3. Terjadi setiap tahun
    Walaupun kondisi alam ini baru viral beberapa bulan belakangan, namun embun es di Dieng ternyata selalu terjadi setiap tahun, lho. Jadi Dieng “bersalju” nggak cuma ada di tahun 2020 aja ya! Akan tetapi embun es di Dieng udah jadi rahasia umum para traveler yang yang hobi menjelajah ke seluruh penjuru Indonesia. Ingat, embun es Dieng biasa terjadi di musim kemarau, dari Mei sampai Agustus saja dalam setiap tahunnya. Jadi jika para wisatawan ingin leluasa dalam merasakan keberadaan salju ala Dieng, pastikan datang di waktu yang tepat.
  4. Meningkatkan kunjungan wisata
    Dianggap sebagai salah satu fenomena alam yang cukup langka di Indonesia, maka embun es di Dieng Wonosobo hingga saat ini banyak diburu oleh para traveler. Biasanya pada saat embun es mulai muncul, maka masyarakat Dieng pun hingga saat ini sudah mulai menyiapkan segala kebutuhan untuk menyambut wisatawan. Terlebih lagi hal ini ditambah dengan sosial media yang memviralkan embun es Dieng, penginapan di sana selalu penuh pada saat ada embun es yang muncul.
  5. Merugikan petani
    Walaupun untuk kalangan masyarakat Dieng cukup senang karena dataran tinggi Dieng dikunjungi banyak para wisatawan saat embun es muncul, namun di sisi lain embun es juga merugikan masyarakat Dieng. Mayoritas dari masyarakat di sana berprofesi sebagai seorang petani kentang hingga berjualan di tempat wisata. Embun es ini juga biasanya menempel pada sebagian tanaman kentang. Setelah embun tersebut akan mencair, tanaman akan layu dan juga kondisi pada daunnya pun akan menguning. Alhasil, kentang yang akan ditanam ini pun nantinya akan menjadi cepat busuk. Oleh sebab itu meskipun indah, masyarakat Dieng juga bisa menyebut bahwasanya embun es ini sebagai “bun upas” yang mana artinya adalah embun yang beracun.

Most Popular