31.6 C
Tangerang
Wednesday, August 17, 2022
Home Trending Gatot Tolak Ajakan Kudeta AHY Teringat Namanya Dibesarkan SBY

Gatot Tolak Ajakan Kudeta AHY Teringat Namanya Dibesarkan SBY

inajournal.com – Presidium Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot tolak ajakan kudeta menggulingkan AHY dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Hal ini disampaikan Gatot di dalam sesi wawancara di kanal Youtube Bang Arief  pada Jumaat (5/3/2021). Tepatnya sebelum adanya pelaksanaan Kongres Luar Biasa yang pas kontra-AHY yang menunjukkan kepala staf kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menjadi ketua umum Demokrat.

“Ada juga yang datang sama saya. Datang, ‘Wuh, menarik juga’. Saya bilang, gimana prosesnya? ‘Begini Pak, nanti kita bikin KLB. KLB terus gimana? Ya nanti visi yang dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu. Mosi tidak percaya, AHY turun. Setelah turun, baru pemilihan’, ‘Bapak nanti pasti deh begini, begini’. Oh begitu ya, saya bilang begitu gitu,” ujar Gatot dilansir dari video di akun Instagram miliknya, @nurmantyo_gatot, Minggu (7/3/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita detikcom

Setelah mendengar adanya tawaran tersebut, mantan panglima TNI itu justri langsung mengingat sosok Presiden Ke-6 sekaligus Ayah kandung dari AHY yang kini menjadi ketua umum Demokrat. Gatot juga mengakui kalau nama SBY saat menjadi Presiden banyak sekali membantu dirinya meraih prestasi di dunia kemiliteran. Berkat jasa besarnya SBY itulah yang membuatnya menolak tanpa memikirkan dua kali langsung menolak akan adanya aksi tawaran kudeta AHY. 

Puncak terselenggaranya KLB kubu Kontra-AHY yang berlangsung  di Deli Serdang, Sumatera Utara pada hari Jumat (5/3/2021) Dimana KLB tersebut menunjukan bahwa Moeldoko yang akan dijadikan ketua umum Demokrat. “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Kongres Luar Biasa Partai Demokrat menimbang dan memperhatikan bahwa putusan menetapkan pertama, dari dua calon, atas voting berdiri, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2026,” kata mantan kader Demokrat Jhony Allen, di KLB, Jumat (5/3/2021).

Maksudnya yakni karena dirinya telah dibesarkan oleh dua presiden dari jaman SBy hingga sekarang di jaman Jokowi. Menurutnya tidak  mungkin kalau dirinya membalas jasa dengan mencongkel anaknya. Dimana KLUB tersebut menunjukkan bahwa kini Moeldoko sebagai ketua umum Demokrat. Meskipun Gatot tolak ajakan untuk Kudeta Partai Demokrat tetapi setelah adanya konferensi pers terpilihnya Moeldoko jadi Ketua umum Demokrat versi KLB  tetap adanya ajakan Perang

SBY Merasa Bersalah Rangkul Moeldoko Usai Pengakuan Gatot Tolak Ajakan Kudeta Kursi AHY

 

Gatot Tolak Ajakan Kudeta

Adanya ajakan perang terhadap Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk terus mempertahankan kedaulatan partainya yang terucap saat konferensi pers setelah terpilihnya Moeldoko jadi Ketum Demokrasi versi KLB (Kongres Luar Biasa). Mantan Presiden itu menjelaskan bahwa akan mempertahankan kedaulatannya dan kemandiriannya di partai adalah perjuangan yang suci dan mulia. 

Selain itu, dirinya yakin kalau Presiden Joko Widodo memiliki Integritas dalam menyikapi disebut perebutan partai Demokrat. Setelah KLB tersebut menawarkan ke Gatot Nurmantyo, KLB pun berdiri dan menunjukkan bahwa Moeldoko bisa tetap menjadi ketua umum Demokrat versi KLB meski Gatot tolak ajakan kudeta. Mengingat negara dan pemerintahan di Indonesia bisa bertindak adil , maka penegakan hukum yang berlaku pun akan dilakukan dengan jeratan hukuman yang mengikat.

“Saya juga tetap percaya bahwa negara dan pemerintah akan bertindak adil. Serta akan sepenuhnya menegakkan pranata hukum yang berlaku. Baik itu konstitusi kita. UUD 1945 dan UU parpol maupun AD/ART Partai Demokrat yang secara hukum mengikat,” ungkap SBY. Awalnya Moeldoko menolak kalau nama dirinya terlibat dalam kasus isu kudeta partai Demokrat, tetapi dengan adanya penyelenggaraan KLB kubu-AHY jumat kemarin membuat banyak orang tercengang dan banyak yang tidak percaya kalau mereka lah orang yang dekat dengan SBY tega melakukan kudeta menggunakan darah dingin.

SBY menyebutkan bahwa dirinya sangat menyesali dirinya telah memberikan kepercayaan kepada Moeldoko sejaka zaman kepemimpinannya yang mengangkat Moeldoko menjadi Panglima TNI pada tahun 2013 silam. “Termasuk rasa malu, dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun ke hadirat Allah SWT,” kata SBY dalam jumpa pers di Cikeas

Most Popular