31.6 C
Tangerang
Monday, December 5, 2022
Home Trending Gunung Merapi Lepaskan Guguran, Siswa Tetap Semangat Bersekolah

Gunung Merapi Lepaskan Guguran, Siswa Tetap Semangat Bersekolah

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yaitu Hanik Humaida dengan hasil pemantauan nya selama 6 jam sejak kemarin selasa (10/11). Pantauan Gunung Merapi lepaskan guguran sebanyak 3 kali sejak pukul 03.58, 04.04, dan 05.13 WIB Rabu (11/11). Pantauan dimulai dari jam 00.00- 06.00 WIB, dari jarak 700 meter. “Guguran tercatat pukul 03.58, 4.04, 5.13 WIB. Suara guguran terdengar 3 kali dan teramati 1 kali dari Babadan arah kali Senowo jarak 700 meter,” kata Hanik kepada wartawan, Rabu (11/11/2020).

Kabar terkini pun disampaikan oleh BMKG akan adanya hujan lebat yang akan mengguyur pesisir selatan Yogyakarta siang-malam. “Waspada potensi gelombang laut tinggi di perairan selatan Yogyakarta,” tulis BMKG di situs resminya seperti dikutip dari sumber berita detikcom, Rabu (11/11/2020). Catatan Durasi dentuman dan suara gugurannya pun selama belasan sampai puluhan detik saja. Aktivitas Gunung merapi yang berubah-ubah ternyata selalu menjadi hal yang harus diwaspadai terus menerus.

Terutama para warga yang berada di kawasan berbahaya seperti di bawah lereng Merapi. Pengamatan dari suara-suara dari lempengan material dari atas gunung yang berjatuhan seperti suara gemuruh memiliki catatan periode 1 dengan sebanyak 13 kali. Amplitudo 3-48 mm dan durasi 12-83 detik. Gempa hembusannya tersebut memiliki catatan sebanyak 7 kali dengan amplitudo 3-7 mm dan durasi selama 12-21 detik saja. “Untuk visual gunung jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah,” terang Hanik. Siaga III dengan radius berbahaya untuk warga bertempat tinggal di area lereng merapi. Sehingga sebagian pun sudah ada yang memutuskan untuk mengungsi atas kesadaran diri sendiri.

Walaupun Gunung Merapi Lepaskan Guguran, Siswa Masih Semangat Bersekolah Di Kawasan Lereng

Gunung Merapi lepaskan guguran

Banyak tempat pengungsian yang akan disediakan oleh pemerintah demi keamanan dan kesehatan bersama yang mentaati semua protokol kesehatan pemerintah. Berbagai upaya untuk mitigasi bencana akibat letusan Merapi yang signifikan. Untuk itu jarak tempat singgah berjarak 5 KM pun masih memiliki radius berbahaya dengan kawasan diwaspadai. “Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Jika terjadi perubahan aktivitas Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali,” pungkasnya. Meskipun tempat pengungsian sudah banyak yang disediakan dan sebagian orang-orang di lereng merapi yang mengungsi. Ternyata masih banyak sekali siswa yang tak patah semangat untuk terus berangkat ke sekolah. Angin badai, Pandemi dan Status siaga merapi tidak mengalahkan niat para siswa SD untuk menuntut ilmu setinggi mungkin.

Aktivitas merapi yang semakin naik menjadi siaga dan pandemi kegiatan belajar mengajar di sana masih terus aktif dan berlangsung efektif. Para pelajar yang berangkat ke sekolah yaitu dengan menggunakan Face Shield demi menangkal penyebaran Virus Corona. Kawasan lereng merapi dengan status siaga beberapa hari lalu pun seperti kota Boyolali masih terlihat aktivitas sehari-hari Siswa yang berangkat ke Sekolah.

Gunung Merapi lepaskan guguran dan pandemi masih mengiringi keseharian membuat para siswa masuk hanya 2 kali dalam seminggu untuk mengumpulkan tugas. Semua anjuran protokol kesehatan masih tetap berlaku dan dilaksanakan untuk syarat masuk ke Sekolah seperti masker dan face shield lalu tetap menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan.

Most Popular