31.6 C
Tangerang
Sunday, September 25, 2022
Home Trending Jakarta Masuk Kota Termahal Dunia, DPRD DKI Setuju

Jakarta Masuk Kota Termahal Dunia, DPRD DKI Setuju

inajournal.com – Global wealth and lifestyle report baru saja merilis 25 daftar baru kota termahal dunia 2021. Ternyata Ibu kota Indonesia yakni Jakarta masuk kota termahal 2021 tersebut. Kutipan dari CNBC, Selasa (13/4/2021) laporan ini mencatatkan bahwa Jakarta masuk dalam urutan nomor 20 sebagai kota termahal di dunia bagi orang kaya. Kedudukan Jakarta mengalahkan Mexico City, Mumbai dan Johannesburg.

Laporannya juga menyebutkan bahwa asia menjadi benua termahal di dunia bagi orang kaya sebab dari lima besar urutan teratas kota termahal diduduki oleh Shanghai, Tokyo, Hongkong dan Taipei.  Eropa dan Timur berada di peringkat kedua yang menjadi kawasan Konglomerat. Kemudian AS selama masih dilanda Pandemi masih menjadi kawasan termurah disebabkan oleh dolar AS dan Kanada Jatuh sebagai mata uang utama global.

Selama pandemi tentu saja bisa merubah kebiasaan belanja para konsumen. “Selama setahun dilanda lockdown global, teknologi pribadi dan treadmill melonjak popularitasnya, sementara harga sepatu wanita anjlok. Ke depan, kami pikir semua item ini akan terus menjadi barang termahal” kata laporan itu seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com. 

Laporan itu memperkirakan Asia akan mempertahankan benteng sebagai kawasan termahal di dunia bagi orang kaya beberapa tahun mendatang. China pun diprediksi akan tetap menjadi aksara barang mewah yang terkenal di dunia karena para konsumen China memang sangat menguasai. Pada tahun 2025 mendatang, China bisa menguasai 47%-49% sebagai pasar barang mewah dibandingkan AS hingga Eropa yang hanya mencapai 12%-18% saja. 

DPRD DKI Setuju Kalau Jakarta Masuk Kota Termahal Dunia Karena Tekanan Sosialnya Nyata

Jakarta Masuk Kota Termahal

Tetapi bicara soal nominasi yang didapat Kota Jakarta ditanggapi oleh DPRD DKI kalau nominasi ini bukanlah hal yang baik bagi Jakarta karena terlihat Ibu kota Indonesia ini sedang ketimpangan sosial yang nyata. Berikut tanggapan dan bukti-bukti yang dijelaskan oleh Bendahara Fraksi Nasdem, Ahmad Lukman Jupiter.

“Saya setuju itu karena saya melihat kalau di Singapura itu banyak orang-orang Indonesia yang berobat itu menggunakan premi asuransi, jadi banyak ke premi asuransi yang dibayarkan mereka itu lebih memilih rumah sakit-rumah sakit yang ada di luar negeri (ketimbang rumah sakit di Jakarta),” kata Jupiter ketika dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2021) seperti yang dilansir dalam sumber berita detik.com.

Tidak hanya itu saja, ternyata dapat terlihat jelas juga soal konsumtif warga kalangan tertentu di Jakarta yang mengutamakan sekali beranda setiap pembelian barang. Bahkan saat masa pandemi pun harga sepeda di pasaran dengan jenis Brompton itu mencapai diatas 80 juta rupiah sampai stoknya kosong. Tentu saja bukan hal yang baik masuknya Kota Jakarta dalam nominasi tersebut justru hanya akan menekan ketimpangan sosial di Jakarta itu nyata.

Ketimpangan ini sama halnya yang miskin makin miskin dan kaya tambah kaya saja. Hal ini memang bisa disebut bukanlah hal yang bisa diwajarkan karena ada sisi yang tidak sebanding. “Menurut saya ada ketimpangan sosial yang terjadi, di satu sisi yang miskin tambah miskin, yang kaya tambah kaya, jadi ada ketimpangan sosial yang menurut saya tidak wajar sebetulnya,” tutur Jupiter. Ketimpangan sosial untuk di Jakarta ini sangat tinggi sekali. 

Senada dengan Jupiter, Ketua fraksi PDIP DPRD DKI, Gombong menyatakan predikat Jakarta masuk kota termahal di dunia ini karena gaya hidup yang kekinian. “Ini kan soal gaya hidup bagi orang kaya di kawasan negara berkembang, di saat pandemi COVID-19 ini kita bisa menyaksikan dalam kegiatan olahraga warga ibukota, banyak berseliweran sepeda yang harganya puluhan bahkan ratusan juta,” kata Gembong.

Bahkan barang mewah merupakan barang kebanggan yang bisa dimiliki warga DKI Jakarta. Peringkat tersebut ternyata didasari oleh barang mewah yang dibeli oleh orang kaya di 25 kota di dunia tersebut seperti Sepeda, Treadmill, asuransi kesehatan dan paket teknologi termasuk laptop dan telepon. Gombong berpendapat kalau Jakarta itu sebetulnya bukan kota termahal karena Wagub DKI Jakarta saja, Ahmad Riza menyebutkan di Jakarta tidak ada yang mahal melainkan banyak barang mewah yang dibeli kebanyakan warganya. 

Previous articletest4
Next articleqweqwe

Most Popular