31.6 C
Tangerang
Monday, December 5, 2022
Home Trending Jokowi Targetkan Jangka Vaksinasi Harus Rampung Kurang Dari Setahun

Jokowi Targetkan Jangka Vaksinasi Harus Rampung Kurang Dari Setahun

Presiden Republik Indonesia Jokowi targetkan jangka vaksinasi untuk seluruh masyarakat yang perlu menerima bantuan vaksin kurang dari satu tahun walaupun Kemenkes menyebutkan bahwa ini akan memakan waktu sampai 1,5 tahun. Namun Jokowi tetap mengklaim bahwasanya waktu Vaksinasi di Indonesia lebih cepat dari pada yang ada di dunia. Ia menyebutkan jangka waktu yang akan digunakan ini perlu dipersingkat mengingat akan banyaknya wabah yang terus memakan korbannya di seluruh Indonesia.

“Kalau di seluruh dunia perkiraan di seluruh dunia, vaksinasi ini akan selesai tiga setengah tahun. Tapi di negara kita insya Allah Kemarin saya mendapatkan informasi itung-itungan dari Pak Menteri 15 bulan, tapi masih saya tawar kurang dari setahun harus selesai,” kata Jokowi saat penyerahan sertifikat di Istana Negara yang dilansir dari Tirto.id, Jakarta, Selasa (5/1/2021). Kementerian KesehataN Sebelumnya juga pernah menyatakan kepada presiden Jokowi sekitar 181,5 Juta warga yang memerlukan vaksinasi supaya di Indonesia bisa mencapai herd immunity.

Kementerian Kesehatan yang sebelumnya juga telah memprediksi vaksinasi kepada seluruh warga INdonesia yang akan rampung dalam waktu 3,5 tahun mendatang. Di sisi lain, prediksi akan adanya persoalan tersebut lantas akan dipercepat oleh presiden Jokowi. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia menjelaskan bahwasanya vaksinasi akan berlangsung selama kurang lebih 15 bulan. “Kami kembali ingin menyampaikan bahwa rencana vaksinasi yang mudah-mudahan dapat kita laksanakan dalam kurun waktu 15 bulan ke depan dengan sasaran sebanyak 181,5 juta jiwa,” menurutnya melansir dari Tirto.id.

Sebelum Jokowi targetkan jangka vaksinasi, Presiden Jokowi juga telah menyatakan bahwasanya, pemerintah telah melakukan pengadaan vaksin sampai 15 Juta bahan baku untuk pembuatan vaksin yang sudah didistribusikan lebih dari 700 ribu vaksin ke-34 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. 15 Juta bahan baku untuk vaksin corona tersebut juga akan diperkirakan bisa datang pada pekan depan dan juga secara langsung akan diproduksi oleh Biofarma. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta kepada seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah berlaku.

Jokowi Targetkan Jangka Vaksinasi

“Meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya meminta untuk tetap kita waspada tidak lengah disiplin terhadap protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan, jaga jarak karena kuncinya di situ sampai nanti vaksinasi ini selesai,” kata Jokowi yang kami kutip dari Tirto.id. Juru Bicara Wiku Adisasmito tidak menjawab secara spesifik apakah pihak pemerintah akan menerbitkan EUA pekan depan dalam jangka waktu yang bersamaan dengan proses untuk melakukan vaksinasi dari Presiden Joko Widodo.

Akan tetapi hingga saat ini Wiku masih bisa memastikan secara langsung bahwasanya proses untuk vaksinasi ini akan dilakukan sesudah mengantongi izin EUA yang diterbitkan oleh BPOM. Wiku menuturkan bahwasanya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga tidak akan divaksin hingga mendapatkan izin EUA walaupun hingga saat ini pemerintah mengharapkan bahwasanya izin tersebut akan segera dikeluarkan oleh BPOM. Sehingga bisa kita pastikan terlebih dahulu bagaimana tingkat keamanan yang dimiliki oleh vaksin sehingga aman untuk kita gunakan.

“Bapak Presiden juga akan menerima vaksin jika vaksin sudah mendapatkan EUA dari Badan POM. Kami harapkan komitmen ini bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas juga bisa menerima vaksin Covid-19,” kata Wiku yang dikutip dari Tirto.id. Pada sebuah kesempatan yang sama, Wiku juga menjelaskan bahwasanya dalam hal ini pemerintah memiliki alasan dalam mendistribusikan vaksin Sinovac walaupun belum mengantongi izin EUA. Ia juga menuturkan bahwasanya BPOM aja terus melakukan pengawasan.

Serta melakukan evaluasi pengadaan vaksin dari klinik fase 1 sampai klinik fase 3 di Bandung dan juga negara lainnya seperti Turki dan Brazil. Ia memberikan penjelaskan bahwasanya distribusi ini akan dilakukan dalam rangka untuk menjamin ketersediaan vaksin yang begitu besar untuk izin dikeluarkan. “Pada intinya upaya untuk melakukan distribusi yangs udah dilakukan ini akan bertujuan untuk menjamin ketersediaan vaksin yang ada secara merata dengan berbagai macam prosedur kehati-hatian dengan memanfaatkan secara langsung bagaimana waktu yang sudah ada,” menurut Wiku yang kami lansir dari Tirto.id.

Most Popular