31.6 C
Tangerang
Thursday, August 18, 2022
Home Trending Kisah Pilu Sepasang Lansia Hidup Tanpa Listrik di Gubuk Bekas Kandang Ayam...

Kisah Pilu Sepasang Lansia Hidup Tanpa Listrik di Gubuk Bekas Kandang Ayam Selama 23 Tahun

Kisah pilu dialami oleh sepasang lansia hidup tanpa listrik di Jalan Rimbawan Dalam 1, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sepasang lansia tersebut tinggal dan menetap di sebuah gubuk berukuran 4×6 meter. Ternyata gubuk tersebut merupakan bekas kandang ayam yang sebenarnya sangat tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Gubuk yang mereka jadikan sebagai tempat tinggal tersebut berdiri di atas lahan perkebunan milik mantan pejabat yang sudah meninggal dunia. Sepasang suami istri tersebut sebelumnya bekerja sebagai perawat lahan kebun milik pejabat daerah dan mendapatkan upah dari sana. Namun, setelah sang pemilik meninggal dunia saat ini pasangan lansia tersebut sudah tidak lagi mendapatkan upah, melainkan harus merawat dan menjaga lahan perkebunan tersebut.

Kisah Menyedihkan Sepasang Lansia Hidup Tanpa Listrik dan Tinggal di Gubuk Bekas Kandang Ayam Demi Menjaga Perkebunan Milik Mantan Pejabat Yang Meninggal Dunia

Sepasang Lansia Hidup Tanpa Listrik
Pasangan lansia tersebut adalah Dawari (67) dan Istrinya Mardiana yang berumur sekitar 60 tahun. Menurut Dawari sendiri kondisi rumahnya agak bungah, ringan masalah sulit tetap berusaha untuk senang dikunjungi orang, TNI, Polisi dan pemerintah disini.

“Sebelum adanya bantuan saya dan istri kaya mau mati. Banyak sekali bantuan yang sudah diterima seperti beras, galon isi air, tapi nggak ada bantuan uang, meskipun tidak ada yang memberinya tapi saya perlu” ujarnya lagi.

“Saya sejak tahun 1997, itu artinya sudah tinggal sekitar 23 tahun disini kerja membersihkan kebun menumpang di tanahnya orang.” ujarnya.

“Saya berasal dari Sunan Ampel di Surabaya, lahir di Kertosono. Kondisi setiap harinya rumah saya tanpa listrik, kekurangan isi perut, saya hanya berharap ada bantuan dari pemerintah atau negara agar saya bisa membersihkan rumah.” ungkapnya.

“Keluarga istri saya ada di kawasan Mugirejo, sempat berkunjung dan ikut tinggal disana, tapi saya merasa kurang diterima, kurang bisa menyatu disana.” katanya.

Dikunjungi Kementerian Sosial

Mendengar kisah pilu kehidupan Dawari dan sang istri Mardiana dari media sosial, Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) di Gowa yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial akhirnya menurunkan tiga orang petugas tim respon kasus di Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, Kota Samarinda. Dimana tim respon tersebut bergerak cepat menindaklanjuti laporan kasus tersebut.

Tim Balai Lansia di Gowa juga melakukan kegiatan Monitoring Evaluasi Penyaluran Bantuan Sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut USia di Samarinda yang diinstruksikan langsung oleh Kepala Balai untuk melakukan manajemen kasus setelah adanya laporan berita yang sempat viral di media sosial. Beberapa alternatif layanan rehabilitasi sosial juga sudah ditawarkan, salah satunya adalah untuk masuk ke Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) milik Pemerintah Daerah. Namun, Dawari dan sang istri tetap lebih memilih untuk tinggal di gubuk tersebut dengan alasan ingin hidup mandiri.

Di sisi lain, Ketua RT 08, Rimbawan Dalam Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara Muhammad Hamsuni Effendi yang turut membenarkan tentang kondisi warganya yang hidup serba kekurangan. Sepasang lansia tersebut sudah difasilitasi mantan pejabat Pemkot yang sudah meninggal dunia, yakni Helmi Yahya untuk menunggu kebunnya.

Hamsuni dan para warga RT 08 sebenarnya sudah sering membantu Dawari dan istrinya, sebab mereka juga sangat diperhatikan oleh keluarga istrinya juga. Akan tetapi, Dawari sebagai suami tetap memilih hidup mandiri dan tidak mau membebankan orang lain, berdiri sendiri, usaha sendiri. Akhirnya sepasang lansia hidup tanpa listrik tersebut tetap memilih hidup dengan keadaan sekarang dan hanya mengharapkan bantuan.

“Warga juga sering membantu segala keperluannya, kemarin ada bantuan dari Dinsos, Kemensos dan dari Gowa juga, serta tadi juga ada beberapa mahasiswa yang membantu langsung kerumahnya” jelas Hamsuni.

Most Popular