31.6 C
Tangerang
Friday, August 12, 2022
Home Trending Mengenang Kekejaman G30S/PKI Kepada 6 Jendral Berikut Ini

Mengenang Kekejaman G30S/PKI Kepada 6 Jendral Berikut Ini

Masih lekat di ingatan masyarakat Indonesia bahwa tepat pada hari ini tanggal 30 September 2020, dimana pada hari ditetapkan sebagai peringatan Gerakan 30 September atau G30S/PKI. Dimana pada masa itu Partai Komunis Indonesia atau PKI sangat berkuasa dan sangat kejam. Kekejaman G30S/PKI ini dilakukan kepada beberapa Jendral Indonesia. Dimana para PKI tersebut menciptakan berbagai horor selama mereka berkuasa sehingga ada banyak sekali peristiwa pertumpahan darah di tanah air.

Didalam tragedi yang kelam tersebut, terdapat 10 nama yang menjadi korban kekejaman dari PKI termasuk 6 Jendral TNI yang akan disebutkan dibawah ini. Hingga saat ini seluruh masyarakat Indonesia tidak pernah lupa dengan kekejaman para PKI yang dilakukan pada zaman dahulu. Pada awal-awal kemerdekaan Partai Komunis Indonesia atau PKI ini melakukan pemberontakan kepada para Jendral yang berkuasa pada masa itu. Berikut ini ada beberapa jendral yang diculik dan menjadi korban pemberontakan PKI atau G30S/PKI.

6 Jenderal Korban Kekejaman G30S/PKI Yang Berakhir Dengan Pertumpahan Darah

Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani

Kekejaman G30S/PKI

Beliau sendiri merupakan komandan TNI Angkatan Darat yang lahir pada tanggal 19 Juni 1922 di Purworejo. Dirinya menjadi sasaran kekejaman PKI lantaran sangat menentang keberadaan paham komunis tersebut di tanah air. Jenderal TNI AD Ahmad Yani ini sempat berdebat sangat sengit pada saat rumahnya dikepung oleh antek-antek PKI. Akan tetapi, perdebatan yang sangat sengit tersebut justru membuat sang jenderal tewas bersimbah darah karena ditembak oleh para tentara PKI tersebut. Jasad sang jenderal akhirnya dibawa dan dikubur di Lubang Buaya.

Letnan Jenderal Siswondo Parman

Letnan Jenderal Siswondo Parman

Siswondo Parman atau jauh lebih dikenal dengan nama S. Parman merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia sekaligus tokoh militer Indonesia yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1918 di Wonosobo. Beliau juga merupakan seorang perwira intelijen yang lumayan dekat dengan PKI dan mengetahui semua kegiatan rahasia mereka. Akan tetapi, pada saat dirinya ditawari untuk bergabung dengan PKI, beliau menolak. Oleh karena itu beliau akhirnya meninggal karena dibunuh pada saat peristiwa Gerakan 30 September dan mendapatkan gelar Letnan Jenderal Anumerta. Otak dari pembantaian kejam ini adalah kakaknya sendiri yakni Ir. Sakirman yang merupakan petinggi PKI pada saat itu.

Mayor Jenderal Pandjaitan

Kekejaman G30S/PKI

Kekejaman G30S/PKI juga berlaku pada seorang Brigadir Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan yang lahir di Sumatera Utara tanggal 19 Juni 1925. Pada awalnya, beliau bersama dengan para pemuda anak bangsa lain yang dulunya merintis pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal dari adanya TNI pada saat ini. Pada saat itu beliau menggunakan seragam militer lengkap ketika tahu bahwa ada sekelompok anggota PKI datang ke rumahnya dan sudah membunuh pelayan dan ajudannya. Setelah beliau menentang para PKI tersebut, peluru langsung menghujam tubuhnya dan mayatnya dibawa ke Lubang Buaya.

Brigadir Jenderal

Brigjen Anumerta Katamso Darmokusumo

Seorang Brigjen Anumerta Katamso Darmokusumo yang lahir pada tanggal 5 Februari 1923 di Sragen juga menjadi korban kekejaman para PKI. Tidak seperti pahlawan revolusi sebelumnya, Brigjen Katamso pada hari terjadinya pemberontakan dirinya sedang bertugas di Yogyakarta. Pada akhirnya beliau diculik dan dipukuli tubuhnya dengan menggunakan mortar motor. Kemudian mayat beliau kembali dimasukkan ke lubang buaya yang sudah disiapkan oleh anggota PKI. Peristiwa keji ini terjadi di sekitar wilayah Kentungan.

Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Seorang Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo yang lahir di Kebumen tanggal 23 Agustus 1922 juga menjadi korban kekejaman para pembangkang Indonesia. Beliau diculik di rumahnya sendiri dan dibunuh di sekitar Lubang Buaya. Para penculik awalnya mengatakan bahwa Mayjen Sutoyo dipanggil oleh Presiden Republik Indonesia pertama yakni Ir. Soekarno, akan tetapi semua itu hanyalah kebohongan untuk menculik beliau.

Letnan Jenderal Haryono

Letnan Jenderal Haryono

Kekejaman G30S/PKI ini juga terjadi pada seorang Letnan Jenderal Haryono. Letnan Jenderal TNI Anumerta atau Mas Tirtodarmo Haryono atau biasa disebut MT Haryono yang lahir pada tanggal 20 Januari 1924 di kota Surabaya. Letjen yang satu ini sangat fasih dengan 3 bahasa asing. Namun, akhirnya beliau diculik pada saat hari kejadian pemberontakan. Dirinya dibunuh dan dibuang ke lubang buaya bersama para jenderal lainnya.

Most Popular