31.6 C
Tangerang
Thursday, December 1, 2022
Home Trending Motif Batik Corona Khas Jambi Sebagai Ide Kreatif Usaha Di Era Pandemi

Motif Batik Corona Khas Jambi Sebagai Ide Kreatif Usaha Di Era Pandemi

Rumah Tenun Zainul Bahri yang dikenal sebagai perajin batik yang sepuh dan sudah banyak pengalaman di bidang usaha batik. Motif batik Corona khas Jambi ini ternyata merupakan sebuah ide kreatif seorang perajin yang usahanya tutup di masa pandemi. Tetapi ide mengeluarkan motif baru tersebut merupakan salah satu kesempatan dan peluang besar untuk mendapatkan gerbang terobosan usahanya kembali.

Suara alat tenun yang dikerjakan para pekerja di rumah sepuh ini, sedang membicarakan beberapa pembahasan yang mengenai motif-motif batik yang harus disesuaikan dengan zaman. “Setiap motif batik bisa jadi penanda zaman,” kata Zainul di sela-sela perbincangan. Pasalnya dikarenakan usaha tutup gegara pandemi dan berpikiran untuk meneroboskan motif corona dalam motif batik. Rumah tenunnya yang dikelola oleh Zainul Bahri ini tutup dikarenakan pandemi dan memutuskan untuk membuat motif corona dari bulan maret dan april 2020.

Saat diperhatikan berita soal Covid-19 dengan narasumber yang ahli dengan memperlihatkan gambar-gambar yang menyerupai virus Covid-19. Ternyata motif dari bentuk luarnya hingga saat virus tersebut dibelah memiliki inti. “Ada motif corona dengan ilustrasi bunga duren. Kemudian motif corona bunga kacapiring dan luk paku. Terakhir motif bunga kemuning,” katanya ditemui di rumah tenun miliknya beberapa waktu lalu.

Mengenal Motif Batik Corona Khas Jambi Memiliki Peminat Terbanyak

Motif Batik Corona Khas Jambi

Hal ini menjadi banyak masyarakat yang meminati dan mencari motif-motif masa kini di tengah pandemi Covid-19. Tidak heran motif batik yang baru diselesaikan pada bulan Oktober kemarin sudah ada pembelinya “Bahkan sudah ada yang jadi batiknya dan langsung dibeli,” katanya pada Sabtu (31/10/2020) lalu. Pria sepuh dalam pengalaman batiknya menambah beberapa motif batik dan memberikan beberapa warna pelekat batik klasik didalamnya.

Seperti beberapa warna hitam, merah, kuning, dan coklat. Batik yang disebut sebagai penanda zaman ini ternyata memiliki sejarah seperti motif kapal pecah, pada zamannya kapal belanda yang tenggelam saat sedang perang. “Seperti batik kapal pecah, itu kan ada ceritanya kapal Belanda yang tenggelam saat perang,” katanya. Harapannya yang selalu menginginkan banyak yang mengenal motif batik Jambi lainnya. Kain tenun yang digunakan kain tenun lacak serba merah.

Ternyata motif yang dijadikan terobosan motif baru di dunia perjin batik bukan hanya di jaman Corona Saja tetapi banyak motif lainnya yang dikenal karena perbedaan zaman. Motif batik Corona khas Jambi ternyata memiliki banyak peminatnya dan sangat pesat dalam pengenalan motifnya. Menurut pengrajin yang sudah berpengalaman dalam usaha tenun dan batiknya ini, ternyata menandakan bahwa batik sebuah karya yang bisa diusahakan serta sebagai penanda zaman masa kini.

Semangat dirinya untuk berusaha dalam kerajinan motif batik di tengah pandemi. Dalam tawa jenakanya tersebut sellau mengungkpakan ke sumber berita Kompas.com untuk tetap memperhatikan dan mengenal banyak motif batik khas Jambi lainnya. Bukan hanya motif batik corona khas Jambi yang sedang viral seperti bentuk virus corona ini saja.

Keinginan motif khas Jambi dikenal lebih luas lagi setelah adanya terobosan dengan motif batik Corona yang memiliki referensi dari bunga durian dan kemiripannya dengan bentuk virus Corona yang sering diperlihatkan dari beberapa acara berita narasumber Covid-19. Tidak ada istilah “menyerah pada keadaan” dalam benak Perajin Batik Zainul Bahri. Goresan tangan yang menggambarkan karya batik di tengah pandemi Covid-19. Sebagai usaha dan karyanya saat masa pandemi yang gagal tutup karena terobosan barunya.

Most Popular