31.6 C
Tangerang
Monday, December 5, 2022
Home Trending Pesan Terakhir Syekh Ali Jaber Sebelum Meninggal Dunia Untuk Anaknya

Pesan Terakhir Syekh Ali Jaber Sebelum Meninggal Dunia Untuk Anaknya

inajournal.com – Pesan terakhir Syekh Ali Jaber untuk putra sulungnya membuat banyak orang merasa tersentuh, Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta Pusat pada hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WIB. Beberapa minggu terakhir kesehatan beliau dikabarkan menurun, pada bulan Desember beliau dikabarkan positif Covid-19 sampai harus dirawat di ruang ICU, setelah itu kondisinya mulai membaik. Dokter yang menanganinya pun mengatakan kalau Syekh Ali sudah menunjukan peningkatan, tapi tidak lama takdir berkata lain dan Syekh Ali Jaber menghembuskan napas terakhirnya dalam kondisi sudah negatif dari Covid-19.

Kabar duka ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga Almarhum namun juga dirasakan banyak orang khususnya di Indonesia. Sebelum meninggal dunia, Syekh Ali Jaber sempat meninggalkan pesan terakhirnya kepada putra sulung, diketahui putra sulung Syekh Ali Jaber tinggal di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat “Jaga salat sama jaga mamah” ucap Alhasan Ali Jaber anak sulung Syekh Ali Jaber yang menceritakan pesan sang ayah di rumahnya. Menurut keterangan Hasan, sang ayah selalu mengingatkan agar tetap melaksanakan shalat dalam keadaan apapun, “Dia berpesan jangan meninggalkan shalat, karena itu pondasi agama” ucapnya.

pesan terakhir Syekh Ali

Kontak terakhirnya Alhasan dengan sang ayah sebelum masuk ke rumah sakit sekitar dua minggu lalu untuk menjalani isolasi perawatan Covid-19, “Sehari sebelum ke rumah sakit ketemu, setelah itu dia dibawa ke rumah sakit karena sudah positif, itu terakhir saya ketemu” ucapnya. Sejak saat itu ia dan sang ayah tidak pernah berkomunikasi kembali, pihak keluarga juga tidak bisa menjenguknya karena sedang berada di ruang isolasi, ia baru mendapat kabar kalau sang ayah meninggal dunia pada pagi hari, Kamis, 14 Januari 2021 sekitar pukul 10.30 WITA.

Syekh tidak hanya memberikan pesan untuk putra sulungnya, pesan terakhir Syekh Ali Jaber mengenai pemakannya, ia ingin dirinya dimakamkan di Lombok. Oleh karena itu pihak keluarga akan berupaya melaksanakan pemakaman di Lombok, “Kita usahakan, kalau memang bisa, belum ada kabar lagi soalnya orang lagi repot juga di Jakarta, ngurusin semua” ucapnya, kalau memang bisa dan tidak ada kendala apa apa, keluarga berharap bisa dimakamkan di Lombok, untuk lokasi pemakaman di Lombok sendiri belum ditentukan karena mereka juga belum mengetahui keputusannya.

Bagi keluarga Syekh Ali Jaber jika seandainya keinginan keluarga untuk dimakamkan di Lombok tidak terwujud tidak menjadi masalah “mana yang terbaik” ucapnya. Kabar meninggalnya ulama besar Indonesia Syekh Ali Jaber membawa duka bagi keluarga di Kota Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menurut kabar yang beredar rumah mertua Syekh Ali Jaber di Lingkungan Monjok Culik, Kelurahan Monjok, Kota Mataram, NTB sudah ramai di kunjungi oleh kerabat dan keluarga yang mengucapkan belasungkawa atas kepergian Syekh Ali Jaber. Salah satu anggota keluarga, Faishal mengatakan mereka dapat informasi meninggalnya Syekh Ali pada pukul 09.00 WITA.

Hingga saat ini pihak keluarga belum dapat berkomunikasi dengan keluarga yang ada di Jakarta, mereka masih berusaha membangun komunikasi. Adapun pihak keluarga di Mataram yang berharap jika Syekh dimakamkan di Mataram “kami minta doanya yang terbaik ya” ucapnya. Mengetahui pesan terakhir Syekh Ali Jaber membuat banyak masyarakat Indonesia tersentuh, tak sedikit pula yang mengingat kebaikan ulama besar Indonesia tersebut, mulai dari menjadi korban penusukan saat beliau sedang berdakwah, meskipun menjadi korban Syekh justru membantu pelaku tersebut karena merasa kasihan dipukuli oleh warga.

Bahkan saat di persidangan beliau memberikan maaf untuk pelaku dan menanyakan kondisinya setelah diamankan oleh polisi. Rasa perhatian Syekh Ali Jaber tidak hanya berhenti sampai disitu, ia juga mengingatkan pelaku agar rajin shalat dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, “Saudara AA, perbaiki Shalatnya dan perbaiki hubungan dengan Allah, Insya Allah hidupmu akan lebih baik dan bahagia” ucapnya. Syekh Ali Jaber juga dikenal sebagai suami yang setia dengan istrinya sampai rela tingga menggunakan handphone selama 2 tahun demi menenangkan sang istri, kesabarannya yang luar biasa dan sikap rendah hatinya membuat banyak orang mencintai Syekh Ali Jaber dan menjadikannya sebagai panutan.

Most Popular