31.6 C
Tangerang
Monday, December 5, 2022
Home Trending Peserta Aksi Bela Habib Rizieq Dipulangkan, yang Membawa Sajam Ditahan

Peserta Aksi Bela Habib Rizieq Dipulangkan, yang Membawa Sajam Ditahan

Aksi bela Habib Rizieq atau aksi 1812 kemarin, dilakukan di depan istana Merdeka pada hari Jumat (18/12/2020) usai melaksanakan sholat jum’at oleh kelompok FPI dan Anak NKRI. Aksi yang berlangsung dengan ricuh tersebut memicu keributan massa antar polisi, sehingga banyaknya massa diamankan dan ditahan karena kericuhan dan ditemukan pembawa sajam serta Narkotika.

Peserta aksi bela 1812 Habib Rizieq kemarin teridentifikasi reaktif Covid pun langsung dilarikan ke Wisma Atlet. “Ada sebagian besar sudah dipulangkan semua. Kan cuma 1×24 jam saja,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi detikcom, Minggu (20/12/2020). Tidak sedikit massa membawa Sajam saat menghadiri aksi tersebut, hingga diamankan dan dilakukan penggeledahan oleh pihak kepolisian, dan mereka memiliki jumlah sebanyak 7 orang yang masih dalam tahanan. “Semuanya dipulangkan kecuali memang membawa sajam, itu diproses (dan) ditahan, (ada) lima orang. (Lalu) ada yang bawa narkoba dua orang, ditahan,” lanjutnya.

Selain 7 orang yang ditahan karena membawa Sajam, ada 28 orang lainnya telah dilarikan ke wisma atlet karena memiliki status kesehatan reaktif Covid-19. “Kecuali 28 yang reaktif, masih di Wisma Atlet. (Ada) 28 (orang masih) di Wisma Atlet,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri. Jumlah peserta aksi 1812, memulai unjuk rasa kemarin usai sholat jumat di depan Istana Merdeka Jakarta, sebanyak 455 orang menuntut untuk pembebasan Habib Rizieq Shihab, kepolisian pun sudah memastikan bahwa mereka adalah bagian dari kelompok FPI. “Nggak ada (kelompok lain), ini kelompok FPI semua. Memang datang ke sana itu untuk melakukan demo 1812,” kata Yusri Yunus selaku Kombes saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/12/2020).

Aksi Bela Habib Rizieq Kemarin Membuat 2 Polisi Menjadi Korban Sabetan Sajam Anggota FPI

aksi bela Habib Rizieq

Memastikan hasil dari pengamanan 1×24 jam tersebut, tidak adanya kelompok lain setelah melakukan pemeriksaan dan keterangan dari ratusan orang terkait dengan unjuk rasa aksi bela Habib Rizieq kemarin. Meski surat sudah diterbangkan sebagai pemberitahuan adanya aksi massa anak NKRI menuntut untuk pembebasan Habib Rizieq sekaligus menuntut penyelesaian kasus tewasnya 6 Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Rekayasa Lalu lintas, dilakukan oleh kepolisian pun demi tidak adanya kemacetan para pengendara yang mengakibatkan kericuhan antara massa dengan pengendara nantinya. Untuk pemberian Izin dari awal di tengah masa pandemi seperti ini, tidak adanya izin yang akan dikeluarkan oleh Kepolisian. Tahanan untuk peserta unjuk rasa masih belum boleh untuk dipulangkan karena memakan korban sabetan Sajam, ada dua polisi sebagai korban sabetan dari Sajam tersebut dan segera dilarikan ke Rumah Sakit.

Keadaannya dari dua polisi tersebut sudah keluar dari rumah sakit dengan luka ringan sampai terjadinya penusukkan, “Sudah kembali sih. (Luka yang dialami kedua polisi itu) satu (orang terkena) sabet tangannya kan, satu di punggungnya, ketusuk,” kata Yusri, Minggu (20/12/2020). Rizal sebagai korlap aksi 1812 akan dimintai keterangan, namun sampai saat ini belum adanya ungkapan kapan Rizal dipanggil.”Oh nanti. Kita masih penyelidikan. Ini kan baru naik tahap penyidikan, nanti akan kita klarifikasi, ya,” tandas dia. Dari tahanan para peserta pemilik sajam, narkotika jenis ganja, bukan dari pelaku sabetan.

Diduga kedua polisi terkena sabetan usai melakukan tugas pembubaran aksi massa di dekat patung kuda, si pelaku melarikan diri setelah melakukan tindak kriminal tersebut, pengejaran pelaku akan terus berlangsung. “Pelakunya masih kita kejar ini, masih dalam pengejaran,” ujar Yusri Yunus saat dihubungi, Sabtu (18/12/2020). Pemberitaan terkait korban sabetan yang dialami oleh tim kepolisian saat itu, Rizal sebagai Koordinasi Lapangan menegaskan bahwa pelaku bukanlah massa aksi 1812 kemarin setelah dihubungi untuk klarifikasi.

“Saya yakinkan itu tidak mungkin peserta aksi karena kami melarang bentuk senjata apapun juga,” kata Rizal Kobar selaku korlap saat dihubungi detikcom, Minggu (20/12/2020). Rizal siap untuk hadir dalam panggilan tim polisi untuk meyakinkan bahwa si pelaku sabetan dan tahanan yang membawa saja dengan minuman keras serta obat-obatan bukanlah massa dari aksi 1812, sebagai pem,atuh aturan dan hukum negeri. Pada dasarnya sudah ada peringatan untuk para peserta untuk hadir aksi unjuk rasa pembela Habib Rizieq. “Jadi saya yakini semua patuh dengan aturan. “Dia tidak mungkin bawa senjata tajam, minum minuman keras, apalagi narkoba. Masa ada orang mau aksi dia mabok, masa dia demo aksi dia bawa senjata tajam, gitu lho,” jelasnya.

Most Popular