31.6 C
Tangerang
Sunday, September 25, 2022
Home Trending Petaka Ledakan Petasan Maut Malam Takbiran Di Kediri

Petaka Ledakan Petasan Maut Malam Takbiran Di Kediri

inajournal.com РMalam Takbiran Rabu (12/5/2021) kemarin menandakan menjadi hujan tangis. Pasalnya warg di Kediri, Muhammad Nadhif (37), sebagai warga Sidomulyo Kecamatan Wates, tewas terkena ledakan petasan maut malam takbiran. Saking dahsyatnya ledakan mercon , tubuh Nadhif terbelah antara badan dan kakinya. Orang tuanya langsung histeris apalagi korban membuat racikan petasan nyata di ruang tamu rumah orang tuanya. Rumah orang tuanya berada di Dusun Sumberejo Desa Tanjung Kecamatan Pagu, Rumah tersebut rusak parah dan kacanya pun pecah semua. 

Diketahui informasinya saat itu Nadhif sedang meracik petasan di ruang tamu, sedangkan orang tuanya berada di luar rumah saat kejadian. Sedangkan anak dan istrinya berada di Rumahnya Desa Sidomulyo. Sebelumnya korban sudah diberikan sebuah peringatan oleh orang tuanya agar menghentikan sementara dalam meracik petasan. Namun, hal itu tidak dihiraukan lantaran petasan akan dinyalakan keesokan harinya. Nahas nasibnya tidak bagus dan dirinya menjadi korban ledakan petasan racikannya sendiri.

Namun, baru saja mengatakan, rupanya petasan itu meledak hingga rumah orang tua Nadhif pun ikut rusak berat. “Orang tua Nadhif sudah mengingatkan agar berhenti dulu membikin petasan, karena sudah malam. Tapi baru saja diingatkan, tiba-tiba petasan meledak dan anaknya meninggal,” jelas Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono saat dihubungi. Seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com.

Lukman memberikan penjelasan lain bahwa korban merupakan seseorang yang kerap membuat petasan untuk dinyalakan di hari raya seperti hari raya Idul fitri. Awalnya petasan akan dinyalakan saat lebaran. Atas peristiwa itu warga melaporkan ke pihak desa dan diteruskan ke polisi dari ledakan petasan tersebut, Polisi telah memeriksa 3 rekannya yakni Wildan Zamani dan Ahmad Junaidi dan Yunus diajak patungan uang membeli bahan peledak untuk membuat petasan.

Korban mengajak untuk membuat bubuk petasan dengan membeli bahan mentah berupa bubuk alumunium, brown powders, bubuk asam sulfat atau bubuk belerang. kemudian Wildan mengajak Ahmad Junaidi dan Yunus untuk patungan uang membeli bahan dari bubuk petasan tersebut. “Pelaku dikenakan pasal sesuai UU Darurat No 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tambahnya.

Polisi langsung membawa Jenazah korban ledakan petasan maut ke RS Bhayangkara dan akhirnya dimakamkan. Harapannya semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi warga setempat untuk tidak bermain dengan petasan. Penyebab ledakan petasannya pun diduga lantaran diracik sambil merokok. Rekannya, Wildan Zamani kini dikenakan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. 

Karena Wildan ditetapkan sebagai pelaku, maka penggeledahan dilakukan kepolisian. Berikut ini merupakan barang bukti yang ditemukan di rumah Wildan Zamani oleh tim kepolisian.

  • 1 plastik berisi bubuk alumunium/brown powder seberat 1/2 kg
  • 2 plastik berisi asam sulfat/belerang dg total berat 1,5kg
  • 1 buah bak plastik
  • 1 plastik berisi bubuk petasan jadi dg berat 1/2 kg
  • 3 plastik bekas bubuk petasan jadi
  • 1 buah kotak plastik yang digunakan mencampur bahan mentah
  • 1 kotak plastik tempat potasium
  • 1 buah alas penggulung kertas yg terbuat dari bambu
  • 2 buah balok kayu yang digunakan sbg alas menggulung kertas
  • 1 tas kresek berisi kertas yang digunakan sebagai bahan dasar selongsong petasan.

Kronologi Ledakan Petasan Maut Yang Diracik Di Kediri Hingga Membelah Tubuh Korbanledakan petasan maut

Tradisi di sana selalu merayakan hari raya dengan petasan buatan sendiri, setelah kejadian ini semua warga harusnya menjadikan sebuah pelajaran untuk tidak akan bermain dengan bahan peledak untuk memeriahkan perayaan yang suci setiap lebaran. Korban sebelumnya membeli bahan petasan bersama tiga temannya, Wildan Zamani, Ahmad Junaidi dan Yunus. Mereka patungan uang membeli bahan mentah.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengaku dri keterangan orang tuanya, Korban meracik ruang tamu rumah orang tuanya. Orang tuanya mengingatkan untuk menghentikan pembuatan petasannya¬† dan baru saja mengatakan “Orang tua Nadhif sudah mengingatkan agar berhenti dulu membikin petasan, karena sudah malam. Tapi baru saja diingatkan, tiba-tiba petasan meledak,” kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, Kamis (13/5/2021).seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com.

Most Popular