31.6 C
Tangerang
Saturday, December 10, 2022
Home Trending Pulau Jawa Diprediksi Mengalami Tsunami 20 Meter. Warga Dihimbau Untuk Tidak Panik

Pulau Jawa Diprediksi Mengalami Tsunami 20 Meter. Warga Dihimbau Untuk Tidak Panik

Akhir akhir ini masyarakat heboh dengan adanya prediksi tsunami 20 meter yang menimpa pulau Jawa, prediksi ini bukan tanpa sebab. Peneliti dari salah satu Universitas ternama di Indonesia menyampaikan hasil penelitiannya, Institut Teknologi Bandung atau ITB menyampaikan riset yang sangat menghebohkan masyarakat pesisir barat. ITB memprediksi sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan selatan Jawa Timur berpotensi digulung tsunami, dengan adanya berita ini membuat banyak warga yang tinggal di pesisir pantai merasa khawatir dan panik jika prediksi ini benar terjadi.

Riset ini memperkirakan tinggi tsunami mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur. Terkait berita ini BMKG pun angkat suara, kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono mengapresiasi kajian tersebut “adanya potensi gempa kuat di zona megathrust di Selatan Pulau Jawa yang dihasilkan dari diriset para ahli kebumian ITB yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature baru baru ini, diharapkan dapat mendorong kita semua untuk lebih memperhatikan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami” katanya.

Menurutnya, perlu adanya upaya serius dari berbagai pihak untuk mendukung dan juga memperkuat penerapan building code dalam pembangunan infrastruktur. Dengan viralnya berita ini membuat warga heboh dan panik, Daryono menjelaskan kecemasan dan kepanikan publik akibat adanya informasi potensi gempa megathrust ini karena adanya kesalahpahaman.

Pasalnya para ahli menciptakan model potensi bencana sebenarnya ditujukan untuk acuan upaya mitigasi, Daryono berkata kajian potensi tsunami 20 meter hanya hasil modelling saja, namun masyarakat beranggapan seolah olah bencana akan terjadi dalam waktu dekat ini.

Salah paham persepsi para masyarakat menjadi masalah komunikasi yang menghebohkan jagat maya, bahkan hingga saat ini masyarakat masih panic karena semakin banyaknya beredar berita akan adanya tsunami 20 meter. Hingga saat ini masih ada jurang pemisah antara kalangan para ahli dengan konsep ilmiahnya, dan masyarakat pun memiliki latar belakang dengan tingkat pengetahuan yang beragam, maka dari itu Daryono berusaha menjelaskan agar tidak timbul kesalahpahaman dan membuat warga panic.

Masyarakat pun diminta untuk tidak mudah terpancing dengan adanya berita yang beredar kalau tsunami 20 meter akan terjadi dalam waktu dekat ini. Sejak pasca peristiwa tsunami Aceh 2004 memang membuat banyak warga semakin panik, gaduhnya masyarakat akibat potensi gempa megathrust ini membuat Daryono angkat bicara “Untuk mengakhirinya, kami berharap masyarakat terus meningkatkan literasi selanjutnya agar tidak mudah kagetan setiap kali ada informasi mengenai potensi bencana” ujarnya.

Selain itu masih banyak media yang menyajikan berita yang tidak untuk dan mengutip narasumber lain yang tidak menjelaskan secara jelas, sehingga hal ini membuat berita sepotong potong yang membuat warga bingung dan panik serta salah persepsi. “Waspada harus, namun jangan panik dan takut karena itu, potensinya mungkin ada, tapi kita kan tidak tahu kapan itu terjadi. Maka dari itu mari bersama kita akhiri kepanikan ini dan saatnya bersama sama menata mitigasi” katanya.

Hasil riset tsunami 20 meter tersebut memang sudah dimulai sejak 5 tahun yang lalu, menyusul pemodelan potensi bencana gempa bumi di zona subduksi sepanjang selatan Jawa berbasis analisis multi hazard dna multi data untuk pengurangan resiko. Berdasarkan data GPS menunjukan adanya zona sepi gempa, yang artinya mungkin saja zona tersebut hanya terjadi pergerakan pelan pelan, sehingga gempa tidak terjadi. Peneliti riset tersebut berkata “karena gempa itu siklus maka ada saatnya dimana wilayah itu ada pengumpulan energy, lalu akan melepaskan gempa”.

Most Popular