31.6 C
Tangerang
Friday, December 9, 2022
Home Trending Rapid Test Palsu dan Tidak Akurat? Ini Kata Humas IDI Makassar

Rapid Test Palsu dan Tidak Akurat? Ini Kata Humas IDI Makassar

Sejak awal tahun 2020 sampai detik ini seluruh negara di dunia tengah dilanda pandemi Covid-19. Dimana tingkat penyebaran virus corona ini terus menerus menanjak dan sampai sekarang belum ditemukan vaksinnya. Tidak sedikit juga pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia karena menderita penyakit lain. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut benar-benar sangat mengkhawatirkan. Sehingga WHO menyarankan untuk semua orang mengenakan masker minimal 3 lapis. Namun, belakangan ini publik dibuat geger oleh berita seorang Wali Kota Makassar bernama Rudy Djamaluddin yang lebih memilih melakukan rapid test dibandingkan swab. Humas IDI Makassar Dr. Wachyudi Muchsin pun angkat bicara, beliau mengatakan bahwa rapid test palsu dan alat yang digunakannya tidak akurat.

Pasalnya, pejabat Wali Kota Makassar tersebut habis melakukan kontak langsung dengan Ketua KPU RI, Arief Budiman. Padahal, Ketua KPU RI, Arief Budiman sudah dinyatakan terkonfirmasi positif terjangkit virus corona. Tidak heran kalau Humas IDI Makassar sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan kepada Wali Kota Makassar yang hanya memilih rapid test daripada tes swab. Karena, rapid test selama ini tidak bisa dijadikan sebagai acuan dalam menentukan apakan orang tersebut positif atau negatif terjangkit virus corona. Humas IDI Makassar Dr. Wachyudi Muchsin mengatakan bahwa “Hasil rapid test positif atau negatif itu semua hanyalah palsu dan alat yang digunakan juga bukan rekomendasi dari IDI.” Seharusnya, Pak Wali Kota Makassar setelah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif corona langsung melakukan isolasi mandiri dan melakukan tes swab” Senin (21/9/2020).

Humas IDI Makassar Menilai Keakuratan Tes Swab Demi Menghindari Rapid Test Palsu

rapid test palsu

Indonesia tengah dibuat geger oleh sikap seorang penjabat Wali Kota Makassar yang hanya memilih melakukan rapid test dimana hal tersebut dianggap tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Karena, sebagai seorang tokoh publik seharusnya beliau bisa lebih peka dan bisa memahami situasi pandemi saat ini. Menurut Pak Wachyudi sendiri setiap orang yang sudah bertemu langsung dengan penderita Covid-19 harus langsung dilakukan tes swab. Apabila hasil tes swab tersebut juga belum keluar, maka orang yang bersangkutan atau berstatus ODP wajib melakukan isolasi mandiri dirumah. Tentu saja hal tersebut wajib dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus kepada orang lain yang berada disekitarnya.

Alasan Wali Kota Makassar Lebih Memilih Rapid Test Palsu Daripada Tes Swab

Pejabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, setelah dirinya mendapatkan informasi bahwa Ketua KPU RI Arief Budiman telah dinyatakan terkonfirmasi positif corona, dirinya langsung melakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif. Alasan yang membuat beliau hanya melakukan rapid test karena ia menganggap bahwa dirinya tidak mengalami gejala apapun.

“ Alhamdulillah keadaan saya sampai detik ini baik-baik saja dan saya merasa cukup dengan rapid test saja karena saya tidak merasakan gejala apapun. Hasilnya juga non-reaktif, alhamdulillah juga Ibu Rektor Unhas dan semua jajarannya sudah melakukan tes swab, dan hasilnya semua negatif.” Ujarnya di Posko Covid-10 Makassar, Senin (21/9/2020).

Wali Kota Makassar tersebut mengaku bahwa pada saat pertemuannya dengan Ketua KPU RI tersebut sempat berdekatan. Namun, hal tersebut juga dilakukan hanya sekali pada saat melakukan sesi berfoto.

“Saya memang sempat berdekatan dengan Ketua KPU RI tapi pada saat berfoto saja. Setelah itu, saya dan beliau sama sekali tidak berdekatan lagi. Sampai saat ini saya terus berdoa dan menjaganya dengan melakukan rapid test, yang terpenting adalah memakai masker.” Tuturnya kembali.

Dengan alasan tersebut tetap saja Humas IDI Makassar menganggap bahwa sikap pejabat Wali Kota Makassar tersebut tidak memberikan contoh yang baik kepada warga. Pak Wachyudi juga tetap menganggap bahwa rapid test palsu dan tingkat keakuratannya tidak bisa dipercaya.

Menurut Humas IDI Makassar siapa saja yang habis melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19 diwajibkan melakukan tes swab dan melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari atau sampai hasil tes swab tersebut keluar. Apabila semua warga dapat mematuhi aturan pemerintah maka Indonesia dapat memutus tali penyebaran virus corona dan kembali hidup normal. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kesadaran dari masing-masing orang tentang bahaya virus corona ini.

Most Popular