31.6 C
Tangerang
Monday, January 30, 2023
Home Entertainment Review Film Run Sweetheart Run, Penuh Adegan Tragis!

Review Film Run Sweetheart Run, Penuh Adegan Tragis!

Inajournal.com – Setiap orang yang kencan memang tidak selalu berakhir dengan baik, ada yang memiliki kesan memalukan, mudah dilupakan setelah pulang hingga menyeramkan. Film horror/thriller Prime Video berjudul ‘Run Sweetheart Run‘, rupanya memiliki kisah unik karena membawa penonton mengetahui awal adanya kencan buta di sana. Review Run Sweetheart Run memberikan rasa waspada untuk para penontonnya sehingga tidak menyepelekan kencan buta setelah mengetahui apa yang terjadi sepanjang malam.

Film ini tayang perdana di Sundance film Festival dan disutradarai oleh Shana Feste, kemudian dibintangi juga oleh Ella Balinska sebagai ‘Charlie’s Angels’, Clark Gregg sebagai Agent of S.H.I.E.L.D.D’, Pilou Asbæk sebagai Game of Thrones, Shohreh Aghdashloo sebagai The Flight Attendant, Betsy Brandt sebagai ‘Breaking Bad, Aml Ameen sebagai I May Destroy You, dan Dayo Okeniyi sebagai See.

Review Run Sweetheart Run yang Menegangkan dan Kisah Tersadis

Review-Run-Sweetheart-Run

     1. Sinopsis

Review Run Sweetheart Run mengenai sinopsis yang menceritakan tentang Cherie (Ella Balinska), seorang wanita yang mandiri bekerja sebagai sekretaris eksekutif bekerja keras dan ibu tunggal. Di mana Dirinya membuat kesalahan penjadwalan dan membuat bosnya membuat janji dua kali di malam itu, dirinya diminta untuk menggantikan bertemu dengan klien paling penting sekaligus ingin memperkenalkannya.

Awalnya memang khawatir dan ia lega hingga bersemangat ketika bertemu dengan Ethan (Pilou Asbæk), pengusaha yang karismatik. Namun di penghujung malam, keduanya sendirian dan mengungkapkan sifat asli yang kejam. Ada pemukulan dan rasa takut wanita tersebut melarikan diri untuk hidupnya dan memulai permainan kucing dan tikus tanpa henti sepanjang malam.

Film ini awalnya membawa kita kepada sebuah pertemuan kerja yang berubah menjadi kencan dan wanita pekerja keras tersebut ditemukan oleh pengusaha tampan, kayak, karismatik dan juga misterius. Mereka bermain mata, bermain sepatu roda hingga Cherie menginap di rumah sang pengusaha tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui kalau ternyata ada yang salah dari sosok dan sosok pria sempurna itu memiliki sosok kejam yang menyeramkan.

Menariknya lagi di dalam film, adegan Ethan sangat sadar dengan kamera dan bisa disebut dengan istilah “breaking the fourth wall”. Cara mendobrak dinding keempat adalah tindakan dirinya menghentikan kamera dan melarang penonton ikut ke dalam rumah untuk melihat apa yang mereka lakukan semua seperti penasaran untuk memperlihatkan sosok yang sebenarnya.

Tapi penonton tidak diperlihatkan dan hanya bisa mendengar suara gaduh hingga jeritan di dalam rumah tersebut hingga membuat penonton makin menerka-nerka Apa yang terjadi. Sinopsis yang diberikan di dalam film memang mengerikan dan tidak ada satupun orang yang ingin berada di posisi tersebut, awal yang tidak disengaja menjadi tragis dan menegangkan.

     2. Kehilangan Tenaga di Akhir Cerita

Selanjutnya yaitu review mengenai kehilangan tenaga di akhir cerita Karena petunjuk-petunjuk yang datang semakin menumbuhkan sebuah pertanyaan besar setelah film berlangsung cukup, naskah ditulis oleh Keith Josef Adkins bersama Kellee Terrell tak sebut menjadi kehilangan tenaga dan memasukkan elemen Supernatural ke dalam cerita yang sudah keluar dari kisah nyata sesungguhnya.

Saat kita mengetahui bahwa Etan bisa mengajak aroma darah, penonton tahu bukan hanya kisah tentang seorang pria yang mengejar perempuan saja. Tidak mudah membangun cerita yang berisikan masalah dunia nyata dan menyandingkannya dengan fiksi. Semua penonton dibuat seperti berada di dunia filmnya dan memikirkan jalan keluar untuk mengakhiri permainan kucing dan tikus di dalam film.

     3. Kesimpulan

Terakhir kesimpulan dari review film Run Sweetheart Run, yaitu tanpa henti-hentinya berlari dari lelaki tersebut, tokoh utama tidak terkalahkan dan membuat penonton merasakan ketegangan, kewaspadaan dengan karakter utama.

Sutradara juga tidak ingin filmnya berhenti di situ dan filmnya dihiasi dengan sejumlah isu sosial khususnya yang dialami banyak perempuan. Sayang sekali, kisah Supernatural di film tersebut sangat bertentangan dengan dasar film Run Sweetheart Run ini, hal itu adalah kenyataan yang mengerikan dari perempuan menjadi mangsa sosial.

Tetapi, kalau kamu mencari film horor yang ingin dinikmati akan ketegangan sepanjang malam, Run Sweetheart Run bisa jadi pilihan yang pas. Itulah seputar review Run Sweetheart Run yang harus kamu tahu. Bagaimana tertarik tidak untuk menonton filmnya setelah adanya review dari ketiga poin di atas?

Most Popular