31.6 C
Tangerang
Sunday, July 3, 2022
Home Trending Rusia Siap Berhenti Invasi Jika Otoritas Ukraina Penuhi Persyaratan

Rusia Siap Berhenti Invasi Jika Otoritas Ukraina Penuhi Persyaratan

Inajournal.com – Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov telah mengungkapkan empat syarat yang perlu dipenuhi Ukraina. Sehingga Rusia siap berhenti invasi terhadap ukraina, dimana hal ini disampaikan setelah perang memasuki hari ke 12.

 

Persyaratan Yang Disebutkan Yakni :

  • Ukraina Harus Menghentikan adanya aksi Militer.
  • Ukraina perlu diubah konstitusinya yang menjamin netralitas.
  • Ukraina perlu akui kalau Krimea sebagai Wilayah Rusia.
  • Ukraina perlu akui Donetsk dan Luhansk sebagai wilayah yang sudah merdeka. 

Rusia butuh jaminan supaya Ukraina tidak bergabung dengan Nato atau Uni Eropa. Ini merupakan tujuan akhir dari perubahan konstitusi yang diminta Rusia, Ukraina perlu membuat amandemen konstitusi yang menurutnya bakal menolak setiap tujuan memasuki blok manapun. Persyaratan untuk hentikan aksi militer yakni supaya tidak ada militer yang melepas tembakan setelah Rusia berhenti Invasi.

Meskipun begitu memang Ukraina belum memberikan tanggapan atas desakan itu. Padahal catatan PBB ini selang 12 hari sudah ada 1,5 juta warga yang mengungsi ke negara tetangga. Bahkan pekan lalu Presiden Ukraina yakni Volodymyr Zelenskyy telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Uni Eropa. “Solidaritas Uni Eropa, persahabatan, dan bantuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Ukraina tak akan tergoyahkan. Kami akan membahas permintaan keanggotaan Ukraina dalam beberapa hari mendatang,” kata Ketua KTT Uni Eropa, Charles Michele seperti yang dilansir oleh sumber berita idntimes.com.

 

Ukraina Akan Turuti Rusia dengan Tidak Ngotot Masuk Nato dan Rusia Siap Berhenti Invasi

Rusia-siap-berhenti-Invasi

Operasi Militer Khusus pun dihentikan demi adanya pemberhentian invasi terhadap Ukraina. Rusia menyerang Ukraina dari sebelah utara, timur dan selatan. Pasukan Rusia saat itu memang menggempur beberapa kota di sana termasuk Ibu Kota Kiev, Kharkiv dan kota pelabuhan Mariupol. Invasi Rusia ini telah memicu krisis pengungsi terburuk di Eropa sejak perang dunia kedua dan memicu banyak sanksi berat untuk Rusia. Rusia tidak berupaya membuat klaim teritorial lebih lanjut di Ukraina.

Pihaknya juga menyatakan tidak benar soal Rusia menuntut Kiev yang ingin diserahkan kepada mereka. “Kami bersungguh-sungguh untuk menuntaskan demiliterisasi Ukraina. Kami akan menuntaskannya. Tapi yang utama adalah agar Ukraina menghentikan aksi militernya. Mereka harus menghentikan aksi militer dan kemudian tidak ada yang akan menembak,” ujar Peskov seperti yang dilansir oleh sumber berita detikcom.

Jika masalah Netralitas, Peskov menjelaskan kalau mereka perlu melakukan amandemen yang menolak setiap blok yang masuk sehingga Rusia siap berhenti Invasi. Rusia perlu dibahas juga bagaimana mereka bisa akui kalau Crimea wilayah Rusia. Mungkin hanya sepele persyaratan tersebut, tetapi bagi Ukraina sendiri perlu mempertimbangkan desakan ini. Ditengah Invasi Militer Rusia yang masih saja berlanjut, Presiden Ukraina yakni Volodymyr Zelensky telah menegaskan kalau dirinya tidak akan lagi mendesak keanggotaan NATO untuk Ukraina.

Keanggotan Nato pun saat ini menjadi masalah sensitif hingga menjadi alasan Negara Rusia menyerang Ukraina sejak 24 Februari kemarin. Zelensky juga mengatakan kalau dirinya sangat terbuka untuk berkompromi soal statsu dua wilayah separatis Ukraina yang telah diakui Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai negara merdeka sesaat sebelum invasi itu dimulai.  Zelensky menuturkan kalau dirinya sudah sangat menenangkan diri sejak lama kalau ternyata NATO tidak siap menerima Ukraina.

Rusia pun berulang kalau menyatakan kalau Ukraina sebagai negara perbatasan langsung dengan wilayahnya itu bisa bergabung dengan NATO. Dimana nanti trans atlantik akan dibentuk pada awal perang dingin demili melindungi Eropa dari Uni Soviet. Dalam beberapa tahun terakhir memang NATO ini semakin berkembang saja untuk keperluan aliansinya ke arah timur EROPA dengan menerima negara bekas Soviet sebagai anggota. Hal ini ternyata bisa buat Rusia geram dan memandang perluasan Aliansi NATO merupakan ancaman bagi Rusia.

Tentu saja syarat untuk mengakui dua wilayah Separatis di Ukraina bagian timur sebagai negara yang merdeka diketahui juga sejak tahun 2014 terlibatnya pasukan ukraina dalam konflik. Bahkan hal itu hanya diakui oleh Rusia saja padahal pihak lain tidak ada yang mengakuinya. Maka dari itu, perlu mencari kompromi soal bagaimana wilayah ini akan bisa terus hidup.

Most Popular