31.6 C
Tangerang
Sunday, September 25, 2022
Home Trending Terjadi Pencurian Rumah Warga di Bojong Gede Bogor Dibobol

Terjadi Pencurian Rumah Warga di Bojong Gede Bogor Dibobol

inajournal.com – Warga di perumahan Kalisuren, Tajur Halang, Bojong Gede, Kabupaten Bogor dihebohkan dengan kejadian dini hari pada hari Selasa 23 Maret 2021 bahwa ada pencurian rumah warga di Bojong Gede yang di bobol oleh komplotan maling. Dari ketiga tempat yang rumahnya disatroni maling tersebut alami kehilangan uang dan handphone bahkan salah satu warga kerugian mencapai 30 juta rupiah.

Cara mereka membobol 3 rumah warga tersebut dengan menjebol pintu dan jendela. Kejadiannya yang begitu saja terjadi saat korban sudah tertidur lelap semua, sampai akhirnya mereka tersadar pintu dan barang berharga lenyap dalam waktu semalam. Kerugian yang mereka taksir sangat besar sekali. Hal ini langsung dilaporkan ke pihak yang berwajib dengan menemukan beberapa bukti kalau pembobolan 3 rumah warga tersebut merupakan aksi dari kawanan maling.

Diduga pelaku sudah sangat profesional dengan aksinya tersebut kemudian sudah mengincar sejak lama sehingga tahu akan situasi di daerah tersebut. Ketika korban sedang tertidur lelap, tidak ada yang melihat aksi senyap tersebut. Pelaku hanya meninggalkan jejak kaki saja saat melakukan aksinya. Salah satu korban, Afut menjelaskan bahwa saat dirinya mengetahui rumahnya kemalingan pada pukul 04.17 WIB. Saat itu dan tetangganya menemukan jejak kaki dan pintu rumah dalam keadaan terbuka lebar, padahal semalam sudah terkunci.

“Jadi kemarin Selasa, sekitar jam 04.17 WIB itu, salah satu tetangga saya yang satu kompleks itu menemukan bahwa pintunya dalam kondisi terbuka dengan ada jejak kaki. Nah dia langsung update di grup (WhatsApp) kompleks, nah waktu itu saya belum bangun tuh. Nah pas saya bangun, saya merasa kok HP saya kok nggak ada gitu, hilang. Kita cari juga, pas kita cari, ada jejak kaki juga (di rumah),” kata Afut saat dihubungi detikcom, Rabu (24/3/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita detikcom.

Polisi Telusuri Jejak Kaki Pencurian Rumah Warga Bojong Gede

pencurian rumah warga

Kasus ini kemudian sampai menurunkan anjing pelacak untuk menelusuri jejak kaki pelaku pembobolan di 3 rumah warga Bojong Gede. Dari pelacakan K9 ini polisi bisa mengetahui bahwa pelaku lebih dari satu orang. Pelaku mengendarai motor. Pasalnya anjing pelacak tidak bisa mencium jejaknya lagi setelah komplotan tersebut mengendarai motor. Diketahui kerugian dirumah lain mengalami kehilangan jam tangan senilai 5 juta, Iphone, dan juga tas yang bisa ditaksir 10 sampai 15 juta. 

3 Rumah warga yang dibobol malin dalam satu malam, diketahui rumah salah seorang wartawan. Kapolsek Bojong Gede Kompol Supriyadi  menjelaskan saat dihubung awak media terkait kasusnya bahwa kasus ini membutuhkan waktu terlebih lagi tidak ada CCTV yang terpasang di daerah perumahan tersebut. Aksi senyap komplotan maling diketahui dengan adanya pencongkelan yang membekas di jendela dan pintu. Kemudian jejak kaki yang tertinggal sehingga bukti tersebut menjadi barang bukti untuk melaporkan terjadinya kemalingan ke kantor Polisi di Bojong Gede.

Kejadian terjadi saat warga tertidur lelap, total ada 3 rumah warga di Bojong Gede yang kemalingan. Dugaannya kejadian antara jam 03.00 sampai jam 04.00, baru ketahuan jam 04.17 dengan kondisi 3 rumah yang mengalami kemalingan juga.”Kalau dari saya sendiri itu kerugiannya uang tunai kurang-lebih Rp 11 juta lah, jam tangan punya saya dan istri senilai Rp 8 jutaanlah, ada 3 handphone senilai Rp 10 jutaan, ada dompet yang isinya STNK, ATM, dan sebagainyalah ya, terus sepatu. Pokoknya yang bisa diambil dan cepat begitulah,” katanya.

Aksinya baru diketahui usai pencurian rumah warga di perumahan tersebut. Kemudian pelaku pindah ke rumah lainnya dengan mudah karena sudah paham lokasi kejadian. Pihak kepolisian menduganya sasaran maling sebanyak 5 rumah dalam sekali waktu, namun hanya tiga rumah milik warga sekitar asaj yang baru bisa dibobol. Tiga kepala keluarga rumah yang dibobol tersebut yaki Ade, Anam dan Afut. Pencurian bisa melakukan aksinya dengan maksimal, semetara fasilitas pengaman yang kurang maksimal dari develver rumah. Seperti pencahayaan yang minim, pagar perumahan dari kayu dan tidak terpasangnya CCTV.

Most Popular