31.6 C
Tangerang
Thursday, August 11, 2022
Home Trending Unjuk Rasa Rusuh, IDI Khawatir Lonjakan Kasus Covid-19 Di Indonesia!

Unjuk Rasa Rusuh, IDI Khawatir Lonjakan Kasus Covid-19 Di Indonesia!

Sejak hari Senin, 5 Oktober 2020, seluruh mahasiswa, Gerakan buruh, aliansi daerah, telah melakukan sebuah unjuk rasa atas penolakan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Tentu saja terjadinya unjuk rasa yang padat dan ricuh telah menyebabkan kekhawatiran yang besar untuk Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia atau IDI akan lonjakan kasus Covid-19 yang kembali meningkat dan menyebabkan ketakutan massal.

Perwakilan IDI pun telah menyebutkan bahwasanya kekhawatiran yang besar bagi banyaknya dokter dan garda terdepan yang menghadapi kasus Covid-19 atas demonstrasi yang terjadi di beberapa titik Indonesia. “Peristiwa tersebut telah mempertemukan ribuan (orang), bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar nya tidak hanya mengabaikan jakar fisik saja, namun juga tidak mengenakan perlindungan masker,” kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi, Jumat, 9 Oktober 2020.

Adib Khumaidi telah menyebutkan bahwasanya berbagai seruan dan nyanyian, ataupun teriakan yang terjadi di Indonesia dari para demonstran telah mengeluarkan sejenis droplet dan aerosol yang berpotensi kembali menyebarkan sebuah wabah di Indonesia, adalah Covid-19. Ditambah lagi, banyaknya kasus kemungkinan besar bahwa peserta demonstrasi yang datang dari kota lain atau suatu wilayah yang berbeda akan memicu perkembangan lonjakan terhadap kasus Covid-19.

Jika ada yang terinfeksi sedikit saja, mereka pastinya dapat menyebarkan virus Corona saat kembali ke sebuah perkumpulannya. “Bukanlah tugas kami sebagai tenaga kesehatan untuk menilai dan mempertanyakan mengapa orang – orang tersebut terlibat dengan demonstrasi dan unjuk rasa. Dalam hal tersebut, kami telah menjelaskan rasa kekhawatiran kami dari sebuah sisi medis dan berdasarkan sebuah sains, hal yang membuat sebuah peristiwa terutama para demonstrasi berisiko lebih tinggi dari sebuah aktifitas lainnya,” ujar Adib.

Sebagai tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan atas kasus Corona, menyebutkan bahwasanya lonjakan yang masif akan terjadi dan terlihat nyata pada 1-2 minggu yang akan mendatang. “Dalam kondisi ini, para tenaga kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan sudah kelimpungan dan kesulitan dalam menangani jumlah pasien Covid yang terus menerus bertambah,” tutur Adib. Tentu saja kekhawatiran tersebut telah menyebabkan permasalahan yang serius bagi banyaknya garda terdepan terhadap virus Corona.

IDI Telah Mencatatkan 132 Dokter Telah Meninggal

Lonjakan Kasus Covid-19

Setelah itu, rupanya IDI telah mengumumkan secara resmi bahwasanya selama minggu pertama di bulan Oktober 2020, sebanyak 5 dokter yang menangani kasus Corona tersebut telah meninggal dunia di tengah wabah yang telah tersebar ke beberapa perwilayahan Indonesia. Hal tersebut telah menambah jumlah dokter yang wafat dan telah dinyatakan positif terhadap virus Corona.

Secara jumlah keseluruhan, telah mengungkapkan bahwasanya sebanyak 132 dokter telah meninggal, dengan sebuah rincian 68 dokter umum (4 guru besar), 62 dokter spesialis (5 guru besar), hingga terjadinya 2 residen. Keseluruhan dokter yang telah gugur tersebut berasal dari 18 IDI di wilayah provinsi dan 61 IDI cabang kota / kabupaten. Berdasarkan data yang dirangkup dari sumber Kompas.com dan data provinsi, berikut adalah data terhadap dokter yang gugur di beberapa provinsi Indonesia:

– Jawa Timur : 31 dokter
– Sumatera Utara : 22 dokter
– DKI Jakarta : 19 dokter
– Jawa Barat : 11 dokter
– Jawa Tengah : 9 dokter
– Sulawesi Selatan : 6 dokter
– Bali : 5 dokter
– Sumatera Selatan : 4 dokter
– Kalimantan Selatan : 4 dokter
– Aceh : 4 dokter
– Kalimantan Timur : 3 dokter
– Riau : 4 dokter
– Kepulauan Riau : 2 dokter
– Daerah Istimewa Yogyakarta : 2 dokter
– Nusa Tenggara Barat : 2 dokter
– Banten : 1 dokter
– Papua Barat : 1 dokter

Tim Mitigas IDI telah menyampaikan secara langsung, hal ini dikarenakan sebuah lonjakan terhadap pasien Covid-19, terutama kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan meningkatnya orang – orang yang telah mengabaikan dan menyepelekan terhadap protocol kesehatan di berbagai daerah Indonesia. Bahkan, klaster – klaster baru terhadap penularan virus ini terus saja bermunculan dalam beberapa minggu terakhir di bulan September – Oktober.

Vaksin Terbaik Dan Pentingnya Protokol Kesehatan

Ketua Tim Pedoman & Protokol dari Tim Mitigasi IDI, yakni Eka Ginanjar, telah menegaskan secara langsung bahwasanya hingga kini vaksin untuk menyembuhkan virus Corona telah selesai di tahap uji coba dan telah terbukti bahwa efektif nya pun aman dalam menggunakan vaksin tersebut. Walaupun vaksin terhadap virus Corona di Indonesia telah selesai pada tahap uji coba, tetap saja protokol kesehatan adalah peran penting untuk memutuskan rantai penyebaran virus dari diri sendiri.

Protokol kesehatan meliputi 3M, ialah memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir, serta menjaga jarak. “Walaupun sulit dan banyak pula masyarakat yang belum terbiasa, tapi langkah 3M ini adalah sebuah cara yang paling efektif untuk mencegah adanya penularan,” tutur Eka. Seluruh anggota IDI dan garda terdepan yang menangani virus Corona masih sangat khawatir terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Most Popular