31.6 C
Tangerang
Monday, December 5, 2022
Home Trending Update Terbaru Vaksin Corona Indonesia, Sampai Mana Perkembangannya?

Update Terbaru Vaksin Corona Indonesia, Sampai Mana Perkembangannya?

Selaku Menteri Kesehatan, yakni Terawan Agus Putranto, telah mengungkapkan bahwa terdapat 107 juta orang yang akan menerima vaksin Corona dengan segera. Skema pemberian Vaksin Covid – 19 ini dibagi menjadi dua, ialah program yang dilakukan pemerintahan tanah air, dan vaksin mandiri. “Total sasaran ada 107 juta orang dengan jumlah dosis 246.575.051 dosis. Inilah dua dosis per orang dengan menambahkan wastage rate sekitar 15 persen,” ujar Menkes Terawan saat rapat komisi IX DPR, pada Selasa, 17 November 2020 kemarin.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun telah menyebutkan, bahwa vaksin Covid – 19 Indonesia adalah sebuah program yang dilakukan pemerintahan Indonesia dan akan diberikan secara gratis kepada 32 juta orang. Sementara untuk vaksin Covid – 19 melalui program mandiri, akan diberikan kepada 57 juta orang di Indonesia. Lantas, bagaimanakah perkembangan lebih lanjut mengenai vaksin wabah yang telah merenggut banyak nyawa di Indonesia? Apakah memberikan hasil efektif? Berikut adalah ulasan lengkapnya:

Rencana Vaksin Corona Di Indonesia Paling Lambat Di Awal Tahun 2021

Presiden Republik Indonesia, yakni Joko Widodo, telah menyampaikan langsung perkembangan mengenai vaksin Covid – 19 di Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan secara total pada akhir tahun 2020. Rencana yang paling lambat, adalah awal tahun 2021. Sementara untuk ketersediaan vaksin Covid – 19 tersebut rencananya akan didatangkan paling lambat di bulan November atau Desember 2020 mendatang. “Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, kita telah memperkirakan kalau kita akan memulai vaksinasi di akhir tahun atau di awal tahun, akhir tahun 2020 atau paling lambat awal tahun 2021,” jelas Jokowi.

BPOM Tidak Bisa Beri Izin EUA

BPOM Republik Indonesia, telah mengungkapkan bahwa Emergency Use of Authorization atau EUA untuk vaksin Covid – 19 rupanya belum bisa dilakukan pada Desember 2020 ini. Selaku Kepala BPOM RI, yakni Penny K Lukito, telah memberitakan bahwa beberapa data vaksin Covid – 19 di Indonesia tidak dapat dilengkapi di akhir tahun 2020 ini yang telah meliputi seluruh pelaporan uji klinik vaksin Covid – 19 fase 1 dan fase 2 untuk vaksin Sinovac, analisis interim, serta sebuah data untuk keamanan vaksin Covid – 19 telah berlangsung hingga 50 persen.

Vaksin Corona

Akibatnya, jadwal pemberian vaksin Covid – 19 di Indonesia telah direncanakan untuk mundur. “Namun kami juga sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden dalam hal ini bahwa data tidak bisa didapatkan di minggu ketiga Desember 2020, sehingga tidak bisa diberikan UEA pada Desember di minggu kedua atau minggu ketiga 2020,” ujar Penny dalam sebuah rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa, 17 November 2020 lalu.

EUA Dari BPOM Di Sanggupkan Pada Januari Minggu Ketiga

Melalui sebuah rapat bersama Komisi IX DPR, pada Selasa, 17 November 2020, Penny telah memberitakan bahwa data kesiapan untuk memberikan Emergency Use of Authorization atau EUA untuk vaksin Covid – 19 Indonesia baru dikeluarkan pada Januari 2021 di minggu ketiga. Namun, jika vaksin tersebut telah tiba di bulan November dan bulan Desember, ia telah menegaskan bahwa tetap bisa melakukan vaksinasi berdasarkan berbagai ketentuan – ketentuan tertentu dan bila ada permintaan langsung dari Kementerian Kesehatan RI atau sekadar fasilitas kesehatan lainnya.

“Dengan adanya permintaan dari kementerian, atau sebuah fasilitas kesehatan untuk bisa diberikan, dan diperuntukkan khusus kepentingan – kepentingan tertentu saja,” jelas Penny. “Seperti yang diberikan di negara China, penggunaan vaksin terlebih dahulu untuk para tenaga kesehatan, militer, dan guru – guru,” tambahnya kembali.

Hasil Inspeksi BPOM Ke Negara China

Dalam rapat kerja bersama anggota DPR dengan Menteri Kesehatan, yakni Penny, telah menjabarkan bahwasanya hasil dari inspeksi BPOM terkait uji klinis vaksin Sinovac. Pihaknya juga telah menyebutkan bahwa sejah ini pengawalan mengenai mutu terkait vaksin Covid – 19 masih aman. Namun, masih membutuhkan jangka waktu lebih untuk keamanan dan khasiat yang lebih lanjut pada suntikkan vaksin di tahap kedua. “Sedangkan untuk pengawalan mutu BPOM, datang sendiri ke negara China untuk melihat fasilitas mengenai produksi vaksin Sinovac dan kami sudah mendapatkan sebuah data dan data yang telah menunjukkan kualitas baik,” ujar Penny melalui rapat bersama Komisi IX DPR pada Selasa kemarin.

Rincian Untuk Penerima Vaksinasi Covid – 19 Indonesia

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, yakni Terawan Agus Putranto, telah menyebutkan bahwa vaksin Covid – 19 Indonesia telah ditargetkan pada 67 persen dari 167 juta penduduk tanah air. Pemberian vaksin ini akan melalui dua tahap, yakni tahap program dari pemerintahan Indonesia dan tahap vaksin mandiri. Penerima vaksin Corona Indonesia dari tahap program pemerintahan tanah air akan digratiskan, siapa sajakah yang akan mendapatkannya? Ialah tenaga kesehatan, para pelayanan publik, dan penerima BPJS PBI yang akan diberikan vaksin Sinovac dan vaksin Cova secara gratis tanpa pungutan biaya apapun. Seluruh masyarakat dan pelaku ekonomi bisa melakukan vaksin secara mandiri.

Most Popular